Kepala Daerah Inovatif

Rabu, 02 Agustus 2017 - 09:00 WIB
Kepala Daerah Inovatif
Kepala Daerah Inovatif
A A A
INOVASI banyak yang hanya mengartikan sesuatu yang baru. Padahal untuk dikatakan inovatif, baru saja tidak cukup.Sebuah inovasi harus menghasilkan sesuatu yang positif bagi internal dan eksternal organisasi. Inovasi juga bukan sesuatu yang statis atau jalan di tempat. Inovasi harus dinamis dan terus bergerak sesuai perkembangan sosial dari lingkungan organisasi. Inovasi adalah perubahan (change) yang mendobrak sesuatu yang statis atau bahkan menabrak sebuah kemapanan. Tujuannya tentu untuk membuat perbaikan positif, baik internal maupun eksternal organisasi.

Pun masih banyak pemimpin yang hanya mengucapkan inovasi pada orasi atau pidato saja, bukan pada praktik. Inovasi memang mudah dan renyah untuk dikatakan, tapi butuh kerja cerdas dan keras untuk mewujudkan. Inovasi bisa berasal dari mana saja, siapa saja atau dalam kondisi apa pun. Inovasi adalah sebuah demokrasi yang tidak bisa dibelenggu oleh feodalisme atau bahkan birokrasi yang kompleks. Inovasi butuh kebebasan berpikir dan bertindak dalam garis kebijakan sebuah organisasi. Namun, masih banyak yang justru tanpa sadar membelenggu anggota organisasi untuk berinovasi.

Feodalisme yang hanya membuat bawahan untuk tunduk dengan ucapan atasan adalah salah satu belenggu inovasi. Bawahan pada akhirnya malas berpikir dan bertindak untuk memberikan solusi karena selama ini hanya "disusui" perintah atau arahan dari atasan. Jarang sekali atasan "menyapih" arahan dan perintah agar bawahan bisa berpikir dan berbuat bebas, tapi tetap terkontrol. Atasan atau pimpinan yang demikian bukan hanya menjadi belenggu inovasi, tapi juga dipastikan gagal melahirkan pemimpin baru di kemudian hari.

Pimpinan yang membuka kran inovasi tentu akan sangat terbuka dengan anak buah. Jika ingin lahir banyak inovasi, diperlukan sikap egaliter dari para pemimpin untuk memudahkan dialog atau bertukar pikiran dan tindakan. Ada proses diskusi atau dialog bukan sebuah diskusi yang hanya diwarnai quality monolog (debat kusir). Pada dialog di sebuah diskusi terjadi penyemaian bibit inovasi dari semua lapisan organisasi. Bahkan terkadang pemimpin hanya sekadar sebuah moderator untuk mengerucutkan bibit inovasi menjadi aksi yang nyata. Inilah pemimpin inovatif yang sebenarnya.

Birokrasi kompleks pun demikian. Betapa banyak organisasi masih menerapkan birokrasi yang kompleks dengan alasan verifikasi dan akuntabilitas. Padahal, cara seperti ini membuat anggota malas berinovasi karena sudah merasa lelah dengan birokrasi. Di era keterbukaan, personalized, customized, dan cepat saat ini, birokrasi yang kompleks adalah sesuatu yang usang. Banyak organisasi hanya fokus pada proses hingga mengorbankan hasil. Bukankah saat ini yang dibutuhkan mengefektifkan proses dengan fokus pada memaksimalkan hasil?

Indonesia yang terdiri dari sekitar 514 kabupaten/kota serta 34 provinsi mempunyai cita-cita untuk setara dengan negara-negara maju di dunia. Membangun Indonesia saat ini tak harus bertumpu pada pemerintah pusat. Ya, Indonesia (sangat) bisa dibangun dari daerah. Dari daerah untuk Indonesia. Kuncinya adalah bagaimana kepala daerah bisa menjadi pemimpin inovatif. Kepala daerah yang sejak era otonomi mempunyai keleluasaan untuk berinovasi. Belenggu fedoalisme dan birokrasi komplek sudah banyak yang dibenahi meski banyak juga yang harus dikoreksi.

Indonesia untuk maju seperti yang dicita-citakan membutuhkan kepala daerah inovatif. Kepala daerah yang harus sudah meninggalkan feodalisme, kepala daerah yang meninggalkan birokrasi kompleks. Kepala daerah inovatif adalah kepala daerah yang bisa melakukan perubahan ke arah positif dengan orientasi kemajuan masyarakatnya. Kepala daerah inovatif adalah kepala daerah yang mampu mendobrak kemapanan untuk menuju masyarakat yang madani. Lalu apakah para kepala daerah yang saat ini memimpin sudah bertindak seperti di atas? Sudah cukup banyak dan mereka patut diapresiasi. Sementara yang belum, bisa menjadikan kepala daerah yang berhasil membangun daerah sebagai contoh. Karena kepala daerah butuh kemauan, bukan hanya kemampuan.
(wib)
Berita Terkait
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved