Mabes Polri Ambil Alih Rekrutmen Taruna Akpol Polda Jabar

Senin, 03 Juli 2017 - 21:50 WIB
Mabes Polri Ambil Alih...
Mabes Polri Ambil Alih Rekrutmen Taruna Akpol Polda Jabar
A A A
JAKARTA - Mabes Polri mengambil alih proses rekrutmen calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang dilakukan Polda Jabar.

Kebijakan ini diambil menyikapi protes para orangtua calon taruna terhadap keputusan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan mengenai kuota putra daerah dan nonputra daerah.

"Sambil tim evaluasi berjalan, rekrutmen calon taruna Akpol Polda Jabar diambil alih Mabes," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, Senin (3/7/2017).

Sebelumnya beredar video ricuh penerimaan anggot Polri di Polda Jabar. Sejumlah orangtua melayangkan protes terutama terkait kebijakan Kapolda Jabar yang tertuang dalam keputusan Nomor Kep/702/VI/2017 tanggal 23 Juni 2017.

Dalam keputusan tersebut diatur pedoman penerapan presentase kelulusan tingkat panitia daerah bagi putra putri daerah dalam seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu (Akpol, bintara, tamtama) TA 2017.

Dalam keputusan tersebut hasil kekelusan sementara sebanyak 35 pria dan 4 wanita dengan kuota 13 putra daerah dan 22 orang non putra daerah. Namun setelah melewati tahap seleksi, hanya 12 putra daerah dan 11 orang nonputra daerah yang diterima.

Menurut Setyo, penerimaan calon Taruna Akpol tidak mengkhususkan atau membeda bedakan kesukuan. Kecuali, kata dia, penerimaan calon Bintara ada pengkhususan putra daerah.

"Akpol dengan Bintara itu berbeda. Kalau Bintara bisa disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah masing-masing sehingga bisa merekrut putra daerah. Kalau Akpol tidak, dia harus bersedia ditempatkan dimana saja," ucapnya. (Baca juga: Ricuh Seleksi Calon Taruna Akpol, Kapolda Sebut Penilaian Sudah Obyektif )

Dia mengakui saat ini tim masih melakukan evaluasi atas persoalan ini. "Tim masih melakukan evaluasi, yang jelas kalau nanti terbukti ada pelanggaran, pasti ada sangsinya," ucapnya.

Sebelumnya, Asisten SDM Kapolri Inspektur Jenderal Polisi Arief Sulistyanto menegaskan Polri tidak pernah mendikotomi soal rekrutmen calon taruna Akpol seperti yang dilakukan Polda Jabar. Polri kata dia, hanya menerapkan kebijakan local boy for local police dan itu hanya level bintara," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved