Soal Syarat Pencapresan, Hanura Ogah Ikut 'Jalan Tengah' PKB

Jum'at, 19 Mei 2017 - 16:21 WIB
Soal Syarat Pencapresan,...
Soal Syarat Pencapresan, Hanura Ogah Ikut 'Jalan Tengah' PKB
A A A
JAKARTA - Partai Hanura tidak sependapat dengan usulan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terkait syarat ambang batas pencalonan presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Seperti diketahui, PKB mengusulkan syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada Pemilu 2019 sebesar 5%. Dengan prosentase tersebut, PKB menginginkan hanya parpol dengan minimal lima persen kursi di DPR yang dapat mengusung calon presiden.

Prosentase sebesar itu dianggap PKB sebagai jalan tengah. (Baca Juga: Soal Syarat Pencapresan, PKB Pilih Jalan Tengah )

Partai Hanura menegaskan tidak setuju dengan usulan PKB. Hanura lebih memilih presidential threshold (PT) ditiadakan alias 0%. "Jangan pakai jalan tengah, jalan tengah. Kalau kita pakai jalan tengah kan kenapa enggak 70 %, kenapa enggak 50 %, kan gitu," kata Ketua DPP Partai Hanura, ‎Rufinus Hotmaulana Hutauruk di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Rufinus menolak usulan PKB karena sudah jelas Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 dilaksanakan secara serentak. "Dasar berpikir kalau serentak itu kita bertitik tolak dari 0%," papar anggota Komisi II DPR ini.

Dia menjelaskan, dasar pelaksanaan Pemilu serentak 2019 adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013. "Nah sekarang kalau kita ikuti umpamanya 5, 7, 8, 9, 10 % dan seterusnya, kira-kira partai-partai yang lulus verifikasi itu kan dihambat," ungkap anggota Panitia Khusus Revisi Undang-undang Pemilu ini.
(dam)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved