Paripurna DPR, Usulan Angket KPK Diramaikan Interupsi Penolakan

Jum'at, 28 April 2017 - 13:54 WIB
Paripurna DPR, Usulan...
Paripurna DPR, Usulan Angket KPK Diramaikan Interupsi Penolakan
A A A
JAKARTA - Hujan interupsi mewarnai jalannya rapat paripurna pembahasan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pembahasan diawali dengan pemaparan Komisi III terkait urgensi menggulirkan hak angket.

Paparan disampaikan oleh perwakilan Komisi III, Taufiqulhadi dari Fraksi Partai Nasdem. Taufiq menyebutkan, angket tidak hanya untuk meminta KPK membuka rekaman berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S Haryani. Angket, kata dia juga untuk menyelidiki dugaan penyimpangan lain di KPK.

"Berdasarkan Konstitusi dan UU MD3 dapat dilakukan pendalaman terhadap berbagai permasalahan di KPK," ujar Taufiq memgakhiri paparannya di ruang rapat paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2017).

Menanggapi paparan Komisi III, Fraksi Partai Gerindra langsung mengajukan interupsi. Anggota Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan, pemaparan awal Taufiq mengenai pengajuan hak angket KPK sangat menarik dan masuk akal. Namun dia menilai, ada argumen yang tidak bisa diterima oleh fraksinya terkait keberadaan KPK yang disebut sudah merugikan rakyat banyak.

"Mungkin ada baiknya kita bertanda kepada konstituen, apa betul itu aspirasi rakyat atau kita sendiri. Di akhir kesimpulan, Gerindra punya pandangan beda, Gerindra menolak hak angket," ucap Martin.

Interupsi Fraksi Partai Gerindra diikuti anggota fraksi lainnya. Anggota Fraksi Partai Demokrat, Erma Suryani menegaskan menolak digulirkannya hak angket. Menurutnya hak angket bisa menjadi momentum pelemahan KPK.

"Fraksi Demokrat menilai, klarifikasi terhadap penggunaan kewenangan luar biasa bisa sangat diperlukan. Namun dengan cara yang tidak mengganggu iklim Demokrasi," ucap Erma.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengajukan keberatan terhadap pengguliran hak angket. Anggota Fraksi PKB, Neng Eem Marham Zulfa menuturkan, hak angket yang digulirkan Komisi III justru memperlebar masalah. (Baca: Usulan Hak Angket KPK Melaju ke Paripurna)

"Persoalan yang ada hendaknya melalui Panja Komisi III. Sehingga orang-orang bisa memahami duduk perkaranya," tutur Neng Eem.
(kur)
Berita Terkait
Lebih Mudah Kroscek,...
Lebih Mudah Kroscek, Komisi II DPR Usul Vaksinasi Pakai E-KTP
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved