DPR Ungkap Tujuh Dugaan Penyimpangan Anggaran oleh KPK

Selasa, 25 April 2017 - 11:53 WIB
DPR Ungkap Tujuh Dugaan...
DPR Ungkap Tujuh Dugaan Penyimpangan Anggaran oleh KPK
A A A
JAKARTA - Usulan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digalang Komisi III DPR hampir memasuki tahap akhir. Setidaknya ada lima poin penting yang akan ditelusuri melalui panitia khusus (pansus) hak angket ini.

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, dugaan penyimpangan anggaran di KPK terungkap, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Terhadap KPK tahun 2015/2016 yang dilaporkan oleh BPK kepada DPR.

"Tercatat ada tujuh indikasi penyimpangan pengelolaan anggaran oleh KPK," kata Bambang melalui keterangan tertulis, Rabu (25/4/2017).

Selanjutnya kata Bambang, pansus angket juga akan menyelidiki laporan-laporan yang diterima Komisi III tentang keamanan data administrasi dan informasi seperti dugaan kebocoran dokumen proses hukum seperti, BAP, sprindik, surat cekal.

"Kebocoran itu dapat mengganggu hak-hak warga negara di muka hukum," ucap Bambang.

Persoalan lainnya, lanjut Bambang, terkait laporan terjadinya disharmoni antara Pimpinan KPK deng kelompok penyelidik ataupun penyidik tertentu di KPK, yang memicu konflik internal dan berpotensi mengganggu kinerja lembaga antirasuah tersebut.

(Baca juga: DPR Tolak Anggapan Hak Angket untuk Intervensi KPK)

Tak ketinggalan, pansus angket juga akan menyelidiki kebenaran antara keterangan Miryam S Haryani dengan beberapa penyidik KPK terkait anggota Komisi III yang menekan Miryam.

"Hal ini terkait dengan klarifikasi dan akuntabilitas akses informasi dari KPK yang diamanatkan dalam UU KPK," ucap Bambang.

Terakhir, pansus angket akan menyelidik ugaan ketidakpatuhan terhadap SOP dan Undang-Undang (UU) dalam penegakan hukum, khususnya dalam hal lidik dan sidik yang tidak menjamin hak seseorang dimuka hukum, permasalahan ini juga diduga berpotensi menyebabkan KPK kalah dalam praperadilan.
(maf)
Berita Terkait
Komisi III DPR Tegaskan...
Komisi III DPR Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Radikal dan Konkret
KPK Diminta DPR dan...
KPK Diminta DPR dan Dewas Segera Sampaikan Laporan Kinerja
Anggota DPR Ini Apresiasi...
Anggota DPR Ini Apresiasi KPK Pajang Tersangka Korupsi
Ada Apa Perwakilan Gereja...
Ada Apa Perwakilan Gereja Kingmi Sambangi KPK?
Manfaatkan Corona, Masyarakat...
Manfaatkan Corona, Masyarakat Diimbau Waspada Oknum Mengaku Perwakilan KPK
Komisi V DPR Apresiasi...
Komisi V DPR Apresiasi Capaian Realisasi Anggaran Kemenhub Tahun 2020
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
Mahfud MD Ungkap Dugaan...
Mahfud MD Ungkap Dugaan TPPU Impor Emas Batangan di Bea Cukai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved