Program Deradikalisasi Efektif Tekan Aksi Terorisme

Rabu, 15 Maret 2017 - 12:59 WIB
Program Deradikalisasi...
Program Deradikalisasi Efektif Tekan Aksi Terorisme
A A A
JAKARTA - Deradikalisasi dinilai efektif menekan dan mengurangi aksi terorisme. Maka itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) aktif menerapkan program deradikalisasi terhadap para narapidana terorisme.

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Hamidin mengatakan, sejak BNPT berdiri tahun 2010, sudah ratusan narapidana terorisme yang berhasil direhabilitasi dan resosialisasi ke masyarakat. Bahkan, kata dia mereka kini aktif membantu pemerintah dalam menjalankan program pencegahan terorisme baik melalui dakwah, diskusi dan berbagai aktivitas kemasyarakatan.

"Dulu teroris berani melakukan bom bunuh diri. Sekarang dari beberapa aksi teror di Jalan Thamrin, di Samarinda, dan di Bandung, mereka hanya bisa membuat bom dengan daya ledak rendah," ujar Hamidin dalam siaran persnya, Rabu (15/3/2017).

Menurutnya teror di Indonesia itu mengalami sejarah panjang dan meninggalkan angka kejahatan yang fantastis sejak tahun 2000 sampai sekarang. Bahkan jauh sebelumnya, lanjut dia juga sudah ada aksi terorisme di Indonesia seperti di era Presiden Soekarno, di mana pernah minimal tujuh kali pelemparan granat seperti di Cikini tahun 1957 dan penyerangan pesawat MIG17 tahun 1960.

Dia menambahkan, era Presiden Soeharto terjadi kasus Woyla, bom di empat kedutaan yaitu Jepang, Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat yang dilakukan WN Jepang, Tsutomo Sirhosaki, 14 Mei 1986. Kemudian di era reformasi terjadi Bom Bali dengan peledak 1.2 ton yang menewaskan 202 orang.

Dia mengakui dari ratusan bahkan ribuan narapidana terorisme yang menjalani deradikalisasi ada faktor kegagalanya, namun jumlahnya sedikit. Dia menuturkan mereka yang kembali beraksi tetapi ipemahaman radikalnya tidak sekuat dulu. (Baca: Indonesia-India Tukar Pengalaman Soal dan Terorisme)

"Buktinya pelaku bom Bandung dan Samarinda tidak berani melakukan bunuh diri. Itu tandanya pemahaman jihad mereka sudah menurun karena takut mati, dan itu buah dari deradikalisasi," tuturnya.
(kur)
Berita Terkait
Deklarasi Kesiapsiagaan...
Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme
BNPT Optimalkan Pencegahan...
BNPT Optimalkan Pencegahan Terorisme Melalui Kearifan Lokal
BNPT Susun Strategi...
BNPT Susun Strategi Realisasi Tindak Lanjut PP Kompensasi Korban Terorisme
Jabat Kepala BNPT, Ini...
Jabat Kepala BNPT, Ini Tantangan Bagi Boy Rafli Amar
BNPT dan CUTA Belgia...
BNPT dan CUTA Belgia Teken MoU Penanggulangan Terorisme
Setara Institute Kritik...
Setara Institute Kritik Rancangan Perpres Tugas TNI dalam Atasi Terorisme
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved