Kerap Mangkir, KPK Resmi Tahan Bupati Buton Samsu Umar

Kamis, 26 Januari 2017 - 18:34 WIB
Kerap Mangkir, KPK Resmi...
Kerap Mangkir, KPK Resmi Tahan Bupati Buton Samsu Umar
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka Bupati Buton, Sulawesi Tenggara Samsu Umar Abdul Samiun, Kamis (26/1/2017). Sebelumnya, penyidik KPK berhasil menangkap Samsu di Bandara Soekarno Hatta setelah mangkir dari panggilan sebanyak dua kali.

‎Samsu Umar Abdul Samiun terlihat muncul di sela-sela pintu pembatas antara ruang steril KPK dengan ruangan menuju ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.56 WIB. Kemeja biru lengan panjang yang dikenakan Samsu Umar ‎saat ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten sudah berbalut rompi tahanan KPK, oranye bergaris hitam.

Saat keluar menuju mobil tahanan, Ketua Koordinator Tim Pemekaran ‎Provinsi Kepulauan Buton ini tampak didampingi beberapa kuasa hukumnya. Samsu Umar hanya tersenyum meski dicecar berbagai pertanyaan tentang penangkapannya pada Rabu 25 Januari 2017 dan penahanan kemarin. Samsu Umar bungkam seribu bahasa‎.‎

Sebelum memasuki mobil tahanan, Samsu ‎Umar yang kini nonaktif dari jabatan Bupati Buton terus menuruni tangga. Belasan pendukungnya sempat merangkul dan memeluk Samsu Umar sebagai bentuk dukungan.

Di antara pendukungnya terisak menangis tersedu-sedu. Lainnya mengucapkan teriakan penyemangat khas Tanah Buton "Tompa Laijo". Penahanan ini membuat Umar yang maju sebagai calon bupati inkumben sepaket dengan wakil sebelumnya La Bakry ‎sepertinya tidak bisa mengikuti Pilkada Serentak 2017.

Samsu ‎Umar sebelumnya ditangkap tim KPK saat Umar turun dari pesawat di Bandara Soekarno Hatta usai perjalanan Kendari-Makssar-Jakarta, Rabu (25/1). Penangkapan dilakukan setelah Samsu Umar mangkir dua panggilan pemeriksaannya sebagai tersangka di KPK dengan empat dan KPK memenangkan praperadilan yang diajukan Samsu Umar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).‎

Samsu Umar merupakan tersangka pemberi suap Rp1 miliar kepada terpidana mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar‎. Suap terkait dengan sidang sengketa Pilkada Buton 2011 terkait dengan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) 2012 yang dimenangkan pasangan Umar dan La Bakry.

Tujuan pemberian suap, seperti dalam putusan atas nama selaku hakim dan ketua MK yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) untuk memenangkan pasangan Samsu Umar dan La Bakry sesuai keputusan KPUD Buton yang diduga pasangan calon lain ke MK.‎ ‎
(kri)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Jaksa Minta Lanjutan...
Jaksa Minta Lanjutan Sidang Dokter Tifa Digelar 2 Pekan Lagi, Hakim Menolak
PB PMII Dukung Polri...
PB PMII Dukung Polri Usut Tuntas 3 Kasus Besar Korupsi
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
Mobil Inafis Polres...
Mobil Inafis Polres Jakpus Sambangi Kantor BGN, Ada Apa?
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved