Gerindra Sebut Presidential Threshold Sudah Tidak Relevan

Rabu, 25 Januari 2017 - 09:44 WIB
Gerindra Sebut Presidential...
Gerindra Sebut Presidential Threshold Sudah Tidak Relevan
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan pemilu legislatif dan pemilu presiden/wakil presiden digelar serentak, maka secara otomatis presidential threshold sudah tidak relevan.

"Karena pileg dan pilpresnya serentak, maka kita, Gerindra anggap (presidential threshold) sudah tidak relevan lagi," kata Sufmi, Rabu (25/1/2017).

Tidak hanya itu, menurut anggota Komisi III DPR RI itu, dengan tidak diberlakukan ambang batas pencalonan presiden maka akan banyak bermunculan calon presiden maupun calon wakil presiden yang berkualitas.

"Dan juga supaya memunculkan calon presiden yang berkualitas maka paling tidak partai politik yang lolos verifikasi dari Kemenkumham dan KPU yang sudah berbadan hukum dan terdaftar di KPU sebaga peserta pemilu maka bisa mecalonkan peresiden biar calonnya banyak," jelas Sufmi.

Sufmi menegaskan, Gerindra sebagai salah satu partai yang tidak sepakat dengan pembelakuan ambang batas pencalonan presiden akan melakukan konsolidasi dan meyakinkan partai lainnya bahwa tidak menutup kemungkinan calon presiden akan muncul dari partai kecil yang akan menjadi tawaran kepada masyarakat.

"Akan terus meyakinkan partai-partai yang besar bahwan tidak menutup kemungkinan partai kecil mempunyai calon yang berkualitas, karena banyak orang-orang yang mumpuni tapi tidak mempunyai kendaraan," pungkas Sufmi.
(maf)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved