Puspom TNI Temukan USD15.000 dan SGD80.000 di Kediaman Laksma BU

Jum'at, 30 Desember 2016 - 15:17 WIB
Puspom TNI Temukan USD15.000...
Puspom TNI Temukan USD15.000 dan SGD80.000 di Kediaman Laksma BU
A A A
JAKARTA - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menggeledah kediaman Laksamana Pertama (Laksma) TNI Bambang Udoyo (BU). Penggeledahan dilakukan atas informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jenderal TNI bintang satu ini diduga terlibat dalam suap proyek pengadaan satelit pemantauan di Badan Keamanan Laut (Bakamla). "Penggeledahan dilakukan beberapa waktu lalu," ujar Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2016).

Dalam penggeledahan tersebut, Puspom TNI menemukan barang bukti berupa uang dalam pecahan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat. "Kami dapatkan uang SGD80.000 dan USD15.000. Dia akui menerima, ada kekurangan uang sudah dipakai," kata Danpuspom TNI Mayjen TNI Dodik Wijanarko.

Keterlibatan Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksma TNI Bambang Udoyo (BU) dalam dugan suap proyek pengadaan satelit pemantauan di Bakamla terkuak usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 14 Desember 2016 lalu.

Dalam proses pengembangan kasus, Laksma BU selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla diduga turut menerima suap.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan bos PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah dan dua karyawannya, Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta sebagai tersangka. Fahmi diduga memberi suap sebesar Rp2 miliar.

Uang suap itu diberikan kepada Eko Susilo Hadi selaku Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla. Dalam proyek bernilai Rp220 miliar ini, Eko menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran. Suap diberikan agar PT MTI menjadi pemenang tender proyek tersebut.
(kri)
Berita Terkait
Kasus Dugaan Suap Bakamla,...
Kasus Dugaan Suap Bakamla, KPK Segera Sidangkan Tersangka Korporasi
Suap Pengesahan Anggaran...
Suap Pengesahan Anggaran Bakamla, KPK Panggil Kabag Keuangan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Dua Tersangka Kasus Suap Bakamla
Mantan Pejabat Bakamla...
Mantan Pejabat Bakamla Didakwa Merugikan Negara Rp63,8 Miliar
KPK Eksekusi Dua Tersangka...
KPK Eksekusi Dua Tersangka Kasus Suap Proyek Bakamla ke Penjara
Terseret Kasus Rafael...
Terseret Kasus Rafael Alun, KPK Akan Panggil Pejabat Pajak Wahono Saputro
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved