Kemenangan Donald Trump

Sabtu, 12 November 2016 - 09:47 WIB
Kemenangan Donald Trump
Kemenangan Donald Trump
A A A
KEMENANGAN mengejutkan Donald Trump yang mengalahkan Hillary Clinton dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) patut menjadi perhatian kita semua.

Pemerintah Indonesia harus memanfaatkan momentum kemenangan tokoh kontroversial dari Partai Republik ini untuk meningkatkan kerja sama baik ekonomi maupun bidang lain demi kesejahteraan seluruh bangsa. Donald Trump memang tokoh kontroversial. Tidak saja figur Trump telah menjadi buah bibir di negara sendiri akibat sikap dan ucapannya yang banyak menuai kritikan, raja properti Amerika ini juga telah banyak mengundang pro-kontra di kalangan masyarakat dunia.

Tidak sedikit yang mengkritiknya, tetapi banyak juga yang mendukungnya. Kontroversi Trump mulai muncul saat dirinya serius untuk berkompetisi ikut dalam bursa Pemilu Presiden AS dari kubu Partai Republik. Bahkan di kalangan Partai Republik sendiri sikap Trump juga banyak menimbulkan penolakan.

Namun justru sikap kontroversial inilah yang telah mengantarkannya ke kursi presiden AS. Trump yang tidak pernah diunggulkan dalam lembaga survei maupun jajak pendapat di media-media mainstream Amerika ternyata justru menjadi kuda hitam. Bahkan dalam semua debat pun Trump kalah poin dari Hillary Clinton.

Namun fakta mengatakan lain. Rakyat Amerika ternyata lebih memilih Trump untuk memimpin pemerintahannya empat tahun ke depan menggantikan Barack Obama. Kemenangan Trump ini telah membalik dan mempermalukan lembaga-lembaga survei maupun media yang selama ini cenderung memenangkan Hillary.

Yang patut disayangkan, kemenangan Trump ini ternyata tidak serta-merta diterima seluruh warga AS. Masih ada sejumlah daerah di AS yang masih tidak mau menerima Trump sebagai presiden baru AS. Di sejumlah kawasan seperti di New York, California, Chicago, Los Angeles hingga Seattle, ribuan warga turun ke jalan mendemo Trump. Masyarakat AS maupun dunia boleh khawatir, tetapi mereka juga harus berpikir rasional.

Apakah berbagai komentar Trump yang kontroversial akan menjadi kebijakannya dalam memimpin Amerika? Kami kira tidak. Sebagai seorang pengusaha, Trump pasti memiliki hitung-hitungan yang matang demi kesuksesan karier dan kemajuan negaranya. Tidak mungkin dia akan memusuhi umat Islam, sementara AS memiliki banyak kepentingan di Timur Tengah.

Apalagi jumlah penduduk muslim di AS juga tidak sedikit. Trump tentu akan merangkul siapa pun. Ini dibuktikan dengan pidato kemenangannya yang menegaskan dirinya akan menjadi presiden seluruh rakyat Amerika. Banyak kalangan menilai tingkah laku kontroversial Trump ternyata merupakan sebuah strategi politik belaka untuk bisa merebut hati masyarakat Amerika.

Di sini pemerintah dan masyarakat Indonesia tentu harus proporsional dalam menyikapi kemenangan Trump tersebut. Kita tak perlu ikut larut dalam pergolakan politik di sana. Yang perlu dilakukan Indonesia adalah bagaimana bisa menggandeng Amerika untuk kepentingan Indonesia melalui peningkatan kerja sama ekonomi maupun bidang-bidang lain. Ingat, Indonesia tak bisa hanya mengandalkan kerja sama hanya dengan satu atau dua negara. Kita tahu saat ini Indonesia cenderung memiliki arah politik luar negeri dengan condong ke China.

Belajar dari masa lalu, saat hanya mengandalkan pemenuhan keperluan alutsista dari Amerika, akhirnya kita mengalami kerepotan saat pemerintah Negeri Paman Sam melakukan embargo. Karena itu pemerintah Indonesia tak bisa hanya mengandalkan China, kedekatan dengan AS perlu juga segera dibangun.

Bagaimanapun AS merupakan negara adidaya yang masih sangat perlu diperhitungkan peranannya. Keseimbangan hubungan antarbangsa perlu dibangun dengan tetap menerapkan politik bebas aktif demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
(poe)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved