JK Klaim Pemberantasan Korupsi di Indonesia Nomor Satu di Dunia

Selasa, 25 Oktober 2016 - 19:20 WIB
JK Klaim Pemberantasan...
JK Klaim Pemberantasan Korupsi di Indonesia Nomor Satu di Dunia
A A A
YOGYAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Indonesia menjadi negara nomor satu di dunia dalam pemberantasan korupsi. Menurut JK, belum ada negara lain yang melebihi Indonesia dalam penindakan kasus korupsi.

"Dalam penindakan hukum, Indonesia juara dunia. Tidak ada negara lain yang bisa menghukum koruptor seperti di Indonesia," kata JK saat membuka Anticorruption Summit 2016 di Graha Shaba Pratama UGM, Yogyakarta, Selasa (25/10/2016).

Apa yang disampaikan JK bukan hanya omong kosong belaka. Sebab fakta pemberantasan korupsi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sudah cukup banyak pejabat yang masuk bui karena korupsi.

Mulai dari sembilan menteri, 19 gubernur, dua gubernur Bank Indonesia (BI), tiga ketua partai politik (parpol), serta anggota DPRD dan bupati yang jumlahnya tak sedikit.

Mereka harus hidup di balik jeruji besi karena kasus korupsi. Kebanyakan pejabat yang masuk penjara itu di era kepemimpinan sebelum pemerintah saat ini.

Ada anggapan jika pemerintah era sekarang dianggap kurang tegas dalam penindakan pemberantasan korupsi. "Jangan ada yang bilang kita tidak keras terhadap korupsi. Pemberantasan korupsi harus diikuti dengan pembenahan sistem," tegas JK.

Menurut JK, pembenahan sistem agar peristiwa serupa tidak terus berulang. Pembenahan sistem dalam lembaga ini terus disiapkan untuk generasi berikutnya nanti.

"Sistem juga harus diperbaiki bukan hanya menghukum orangnya saja, karena korupsi di Indonesia sudah tidak ada batasan lagi, laki-laki perempuan kena, agama apa pun bisa kena, rektor sampai ustaz kena," ucap JK.

JK memberi contoh penerapan sistem yang baik itu seperti yang telah dilakukan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. Saat Lee Kuan Yew berkuasa penuh dalam pemerintahannya, kekuasaan itu tidak lantas membuat pemerintahannya korup.

"Penerapan sistem yang bagus, Singapura bersih dari korupsi. Di negara itu juga memberikan hadiah bagi siapa pun yang menolak disogok. Jadi sistemnya yang harus diperbaiki," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved