Puan: Seluruh Kementerian Sudah Lakukan Revolusi Mental
Senin, 24 Oktober 2016 - 15:17 WIB
Puan: Seluruh Kementerian Sudah Lakukan Revolusi Mental
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menegaskan revolusi mental tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tapi dilaksanakans secara bersama-sama dengan masyarakat.
"Saat ini Gerakan Revolusi Mental sudah dilakukan oleh seluruh kementerian dan lembaga," kata Puan saat memaparkan capaian kerja kementerian selama dua tahun Pemerintah Jokowi-JK di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Dia menuturkan, revolusi mental sudah dilakukan seperti di Kementerian Agama, yakni dengan cara meningkatkan kualitas dalam pelayanan ibadah haji. (Baca juga: Keteladanan Pemimpin Bagian dari Revolusi Mental)
Menurut Puan, revolusi mental juga dilakukan oleh Kementerian Sosial yang disebutnya telah berhasil menerapkan sistem jaminan sosial dari yang tunai menjadi nontunai.
Revolusi mental juga dilakukan kementerian terkait yang di bawah koordinasinya. Dia mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mampu memperlihatkan indikator dari sisi kualitas pendidikan.
Adapun tolak ukur keberhasilan pendidikan ialah siswa tidak lagi menyontek saat melaksanakan ujian. Hal tersebut juga dilakukan kementerian lain, seperti Kementerian Kesehatan yang memberikan jaminan melalui BPJS dengan model pendaftaran cukup dilakukan 15 menit.
Selanjutnya, sambung dia, Kementerian Riset Tekonolgi dan Pedindikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang mencanangkan program unggulan bagi lulusan mahasiswa.
"Kalau ditanyakan apa sih sebenarnya Gerakan Revolusi Mental? Kalau saya harus menyatakan satu per satu itu tidak mungkin. Karena apa? gerakan ini memang dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong," tuturnya.
"Saat ini Gerakan Revolusi Mental sudah dilakukan oleh seluruh kementerian dan lembaga," kata Puan saat memaparkan capaian kerja kementerian selama dua tahun Pemerintah Jokowi-JK di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Dia menuturkan, revolusi mental sudah dilakukan seperti di Kementerian Agama, yakni dengan cara meningkatkan kualitas dalam pelayanan ibadah haji. (Baca juga: Keteladanan Pemimpin Bagian dari Revolusi Mental)
Menurut Puan, revolusi mental juga dilakukan oleh Kementerian Sosial yang disebutnya telah berhasil menerapkan sistem jaminan sosial dari yang tunai menjadi nontunai.
Revolusi mental juga dilakukan kementerian terkait yang di bawah koordinasinya. Dia mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mampu memperlihatkan indikator dari sisi kualitas pendidikan.
Adapun tolak ukur keberhasilan pendidikan ialah siswa tidak lagi menyontek saat melaksanakan ujian. Hal tersebut juga dilakukan kementerian lain, seperti Kementerian Kesehatan yang memberikan jaminan melalui BPJS dengan model pendaftaran cukup dilakukan 15 menit.
Selanjutnya, sambung dia, Kementerian Riset Tekonolgi dan Pedindikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang mencanangkan program unggulan bagi lulusan mahasiswa.
"Kalau ditanyakan apa sih sebenarnya Gerakan Revolusi Mental? Kalau saya harus menyatakan satu per satu itu tidak mungkin. Karena apa? gerakan ini memang dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong," tuturnya.
(dam)