Kemendagri Bangun Ekosistem Pemilu Sehat melalui Gerakan Revolusi Mental
Rabu, 15 Februari 2023 - 18:01 WIB
loading...
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) tengah membangun ekosistem pemilu sehat melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Melalui gerakan ini diharapkan pemilu dapat menjadi sarana mempererat kesatuan bangsa.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menjelaskan, sejak periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 hingga saat ini, pemerintah konsisten melakukan gerakan revolusi mental. Kemendagri mendapat amanat membantu Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kementerian PMK) untuk mengorganisasi jajaran pemerintah daerah untuk membuat program terkait revolusi mental.
Selain itu, Kemendagri juga ditugaskan mencari formulasi yang tepat agar pemilu dapat menjadi sarana mempererat kesatuan bangsa.
"Kita tahu manusia Indonesia ini sangat bhinneka, sangat beragam. Nah keberagaman ini justru jadi kekuatan kita. Bahkan konsep-konsep baru sekarang, yang berkembang di dunia, justru temuannya menyatakan, perbedaan-perbedaan atau kebhinekaan atau keberagaman itu akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik," ujar Bahtiar dalam webinar bertema Pemilu Serentak Tahun 2024 sebagai Sarana Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk Mewujudkan Indonesia Bersatu, Rabu (15/2/2023).
Menurutnya, keberagaman akan memberikan kekuatan dan membuat masa depan menjadi lebih baik. Bahkan Indonesia bisa menjadi contoh dari salah satu negara besar di dunia yang memiliki diversity luar biasa, termasuk dalam hal pemilu. Apalagi saat ini sudah ditetapkan partai politik peserta pemilu yang terdiri dari 18 partai politik nasional dan 6 partai politik tingkat lokal Aceh. Hal ini merupakan abstraksi dari keberagaman ideologi, pikiran, dan aspirasi masyarakat Indonesia.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menjelaskan, sejak periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 hingga saat ini, pemerintah konsisten melakukan gerakan revolusi mental. Kemendagri mendapat amanat membantu Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kementerian PMK) untuk mengorganisasi jajaran pemerintah daerah untuk membuat program terkait revolusi mental.
Selain itu, Kemendagri juga ditugaskan mencari formulasi yang tepat agar pemilu dapat menjadi sarana mempererat kesatuan bangsa.
"Kita tahu manusia Indonesia ini sangat bhinneka, sangat beragam. Nah keberagaman ini justru jadi kekuatan kita. Bahkan konsep-konsep baru sekarang, yang berkembang di dunia, justru temuannya menyatakan, perbedaan-perbedaan atau kebhinekaan atau keberagaman itu akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik," ujar Bahtiar dalam webinar bertema Pemilu Serentak Tahun 2024 sebagai Sarana Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk Mewujudkan Indonesia Bersatu, Rabu (15/2/2023).
Menurutnya, keberagaman akan memberikan kekuatan dan membuat masa depan menjadi lebih baik. Bahkan Indonesia bisa menjadi contoh dari salah satu negara besar di dunia yang memiliki diversity luar biasa, termasuk dalam hal pemilu. Apalagi saat ini sudah ditetapkan partai politik peserta pemilu yang terdiri dari 18 partai politik nasional dan 6 partai politik tingkat lokal Aceh. Hal ini merupakan abstraksi dari keberagaman ideologi, pikiran, dan aspirasi masyarakat Indonesia.
Lihat Juga :