Fadli Zon Dukung Tim Pencari Fakta Gabungan Terkait Freddy Budiman

Kamis, 11 Agustus 2016 - 16:06 WIB
Fadli Zon Dukung Tim...
Fadli Zon Dukung Tim Pencari Fakta Gabungan Terkait Freddy Budiman
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon‎ mendukung kerja tim independen yang tengah mencari kebenaran pengakuan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman ke Koordinator Kontras Haris Azhar.

Sebab tulisan Haris Azhar berjudul cerita busuk dari seorang bandit atau testimoni Freddy Budiman sudah menjadi perhatian publik. Sehingga lanjut Fadli, informasi yang ditulis Haris Azhar harus dilihat demi kemaslahatan.

"Apakah informasi ini benar atau tidak, kalau tidak benar ya harus dibuktikan bahwa itu tidak benar. Tapi kalau itu benar ya ini membenarkan dugaan masyarakat juga ada satu sindikat mafia yang cukup besar yang melibatkan oknum aparat," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Dia menyayangkan jika informasi itu benar, namun tidak ditindaklanjuti oleh sejumlah instansi terkait. "Oleh karena itu informasi dari Freddy Budiman yang disampaikan oleh saudara Haris ini harus ditindaklanjuti sebagai bentuk bukti awal," pungkasnya.

Diketahui, Badan Reserse dan Kriminal Polri menghentikan sementara penyelidikan ‎terhadap Haris Azhar selaku terlapor kasus dugaan pencemaran nama baik.

Alasannya, tim independen ‎mencari kebenaran pengakuan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman ke Koordinator Kontras Haris Azhar tentang dugaan keterlibatan sejumlah oknum Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional dalam bisnis haram itu.

Adapun tim independen itu ‎beranggotakan 17 orang dipimpin Kepala Inspektorat Pengawasan Umum Dwi Priyatno. Pendiri Setara Institute Hendardi, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Poenky Indarti serta pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali juga dilibatkan dalam tim independen itu.
(maf)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved