Pemerintah Bisa Arahkan Pemain Pokemon Go ke Tempat Wisata

Rabu, 20 Juli 2016 - 12:34 WIB
Pemerintah Bisa Arahkan...
Pemerintah Bisa Arahkan Pemain Pokemon Go ke Tempat Wisata
A A A
JAKARTA - Chairman Communication and Information System Security Research Center (Cissrec), Pratama Persadha mengakui ada dampak sosial dari game Pokemon Go yang dimainkan melalui perangkat telepon pintar.

Menurut Pratama, kemunculan teknologi atau aplikasi baru di masyarakat niscaya akan menimbulkan implikasi tertentu. "Karena itu para pemain Pokemon Go diharapkan tetap menjaga ketertiban dan norma yang berlaku di semua lokasi area bermain," kata Pratama melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Selasa 19 Juli 2016.

Apabila diperlukan, kata dia, instansi pemerintah atau swasta bisa saja memberlakukan aturan khusus melarang karyawan memainkan Pokemon Go selama jam kerja. "Begitu juga pemerintah bisa memberikan imbauan khusus untuk tidak bermain Pokemon Go di dekat obyek-obyek vital seperti Istana Presiden dan instalasi militer atau kepolisian," kata pakar keamanan cyber itu.

Menurut dia, apabila sudah dirilis secara resmi di Indonesia, Kementerian Pariwisata bisa pula mengajukan permintaan ke Nintendo untuk menempatkan poke stop dan gym di tempat-tempat yang memiliki potensi pariwisata dan bersejarah.

Hal tersebut, kata dia, bisa menjadi cara menarik masyarakat terutama pemain game Pokemon Go, baik dari dalam maupun luar negeri untuk mendatangi tempat-tempat wisata di Tanah Air.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil riset Cissrec, posisi server game Pokemon Go berada di California, Amerika Serikat. Menurut dia, data-data pemain game dikirim ke server pengembangnya, bukan ke pihak-pihak yang mencurigakan.

"Dari riset yg dilakukan CISSReC, besar data yang dikirimkan ke server niantic tidak lebih dari 50 kb . File data sebesar ini tidak cukup untuk file foto dengan kualitas bagus," ungkap Pratama.

Sebagai perbandingan sekali meng-capture foto di layar full HD, file foto yang dihasilkan bisa berkisar sampai 3 megabyte (MB). Jauh dibandingkan dengan data yang terkirim setiap kali kita menangkap Pokemon, tidak lebih dari 50 kilobyte (KB). "Jadi, tidak ada pengiriman foto lokasi kita ke server," ujarnya.

Dia mengatakan, walaupun secara teknologi aman untuk diinstal, namun aplikasi game Pokemon Go tetap memiliki dampak sosial di masyarakat.
()
Berita Terkait
Pembelian Rafale dan...
Pembelian Rafale dan Pengembangan SDM Iptek
Hai Pelajar, Yuk Ikutan...
Hai Pelajar, Yuk Ikutan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest
Kemajuan IPTEK Dorong...
Kemajuan IPTEK Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
Peleburan Litbangjirap...
Peleburan Litbangjirap ke BRIN, Akademisi Anggap Kemunduran Iptek
Atasi Covid-19, Muhaimin...
Atasi Covid-19, Muhaimin Iskandar Dorong Penguasaan Iptek
Berita Terkini
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved