Atasi Covid-19, Muhaimin Iskandar Dorong Penguasaan Iptek
Kamis, 14 Januari 2021 - 18:16 WIB
loading...
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong agar Indonesia bisa lebih memperhatikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Dia mencontohkan, dalam penanganan pandemi Covid-19, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menjadikan penanganan Covid-19 bisa berbiaya lebih murah.
Informasi bahwa seseorang yang pernah positif Covid-19 akan memiliki daya imun tinggi sehingga akan lebih aman dari potensi serangan Covid-19, ternyata faktanya tidak benar.
"Nah itu karena pengetahuan yang tidak kita kuasai. Kita perlu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat tentang perkembangan virus ini. Gara-gara ilmu pengetahuan belum kita kuasai, kita membuang duit terlalu mudah dan besar sekali yang kita buang," tutur Wakil Ketua DPR itu dalam Diskusi Publik DPP PKB bertajuk Virus Baru Hadir, Kita Bisa Apa? di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta yang disiarkan secara virtual, Kamis (14/1/2021).
Pria yang juga biasa disapa Gus AMI ini mencontohkan ketika pertama kali ada informasi Covid-19 masuk Indonesia, negara menggelontorkan anggaran besar untuk membeli alat rapid test, ternyata sama sekali tidak efektif sehingga menjadi mubazir.
Begitu pula dalam pengadaan boks desinfektan yang banyak tersedia di depan rumah atau gedung-gedung, juga tidak efektif dan bahkan membahayakan.
Dia mencontohkan, dalam penanganan pandemi Covid-19, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menjadikan penanganan Covid-19 bisa berbiaya lebih murah.
Informasi bahwa seseorang yang pernah positif Covid-19 akan memiliki daya imun tinggi sehingga akan lebih aman dari potensi serangan Covid-19, ternyata faktanya tidak benar.
"Nah itu karena pengetahuan yang tidak kita kuasai. Kita perlu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat tentang perkembangan virus ini. Gara-gara ilmu pengetahuan belum kita kuasai, kita membuang duit terlalu mudah dan besar sekali yang kita buang," tutur Wakil Ketua DPR itu dalam Diskusi Publik DPP PKB bertajuk Virus Baru Hadir, Kita Bisa Apa? di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta yang disiarkan secara virtual, Kamis (14/1/2021).
Pria yang juga biasa disapa Gus AMI ini mencontohkan ketika pertama kali ada informasi Covid-19 masuk Indonesia, negara menggelontorkan anggaran besar untuk membeli alat rapid test, ternyata sama sekali tidak efektif sehingga menjadi mubazir.
Begitu pula dalam pengadaan boks desinfektan yang banyak tersedia di depan rumah atau gedung-gedung, juga tidak efektif dan bahkan membahayakan.
Lihat Juga :