Emron Pangkapi Jadi Plt Ketum, Islah PPP Terancam Gagal
Kamis, 25 Februari 2016 - 17:49 WIB
Emron Pangkapi Jadi Plt Ketum, Islah PPP Terancam Gagal
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Bandung, Emron Pangkapi menggelar Mukernas PPP ke IV di Hotel Mercure Ancol Pada hari Rabu-Kamis, 24-25 Februari 2016. Hal ini dilakukan setelah Menkumham Yasona Laoly memperpanjang SK kepengurusan periode tersebut.
Hal ini sontak membuat ‎berbagai pihak geram. Salah satunya adalah Ketua Angkatan Muda Kakbah (AMK) Sudarto. Dia menegaskan, sikap Emron yang menggelar Mukernas sangat mencederai etika politik. Sebab, sebelumnya Emron telah mundur dari kepengurusan.
Apalagi dalam Mukernas itu, Emron pun ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt). Jabatan ini mengemban fungsi setara dengan ketua umum. Sebab, Suryadharma Ali (SDA) berhalangan tetap.
Lalu, mengapa Emron datang lagi di saat kisruh memanas? Padahal, Emron sempat mundur dari posisi Waketum demi menjabat Komisaris PT Timah. "Emron seperti mementingkan golongan, dan ini berakibat buruk buat islah," kata dia.
Sebelumnya, pengunduran diri Emron disampaikan secara tertulis maupun lisan kepada Ketua Umum DPP PPP. Emron menjelaskan, pengunduran dirinya merupakan penegasan dari keinginan untuk melakukan regenerasi dengan memberikan kesempatan kepada para kader yang lebih muda untuk mengisi jabatan-jabatan strategis partai sesuai dengan eranya.
SDA, Ketua Umum PPP hasil muktamar Bandung juga pernah meminta Emron membatalkan Mukernas IV PPP tersebut. Pesan ini disampaikan SDA kepada Wakil Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Humprey Djemat dan Arwani Thomafi selaku utusan khusus Ketua Majelis Syariah KH Mamoen Zubair di Guntur Senin lalu (21/2/2016).
"Islah PPP itu sangat baik, namun harus dilakukan dengan cara yang baik dan memiliki landasan yang kuat dengan melibatkan semua pihak yang bertikai di Partai Persatuan Pembangunan," ucap SDA.
"Mukernas PPP kali ini yang tidak melibatkan Ketua Umum SDA justru kontra produktif dan berpotensi semakin memecah belah PPP," ungkap Mantan Menag ini. "Mereka (Emron Pangkapi cs) terlalu terburu-buru. Ada apa ini?"
"Saya sendiri belum pernah diajak bicara mengenai pelaksanaan Mukernas dan Muktamar PPP. Mereka seperti mengulangi kesalahan yang sama pada saat menyelenggarakan Muktamar Surabaya yang sudah dikalahkan di MA. Pelaksanaan Mukernas tanpa melibatkan saya selaku ketua umum, jelas merupakan kecerobohan yang menjauhkan terwujudnya islah," tandasnya.
PILIHAN:
TNI Berhasil Temukan Patok Batas Indonesia-Papua Nugini
Ahmad Dhani Kritik Revolusi Mental Jokowi dan Tambahnya Utang RI
Hal ini sontak membuat ‎berbagai pihak geram. Salah satunya adalah Ketua Angkatan Muda Kakbah (AMK) Sudarto. Dia menegaskan, sikap Emron yang menggelar Mukernas sangat mencederai etika politik. Sebab, sebelumnya Emron telah mundur dari kepengurusan.
Apalagi dalam Mukernas itu, Emron pun ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt). Jabatan ini mengemban fungsi setara dengan ketua umum. Sebab, Suryadharma Ali (SDA) berhalangan tetap.
Lalu, mengapa Emron datang lagi di saat kisruh memanas? Padahal, Emron sempat mundur dari posisi Waketum demi menjabat Komisaris PT Timah. "Emron seperti mementingkan golongan, dan ini berakibat buruk buat islah," kata dia.
Sebelumnya, pengunduran diri Emron disampaikan secara tertulis maupun lisan kepada Ketua Umum DPP PPP. Emron menjelaskan, pengunduran dirinya merupakan penegasan dari keinginan untuk melakukan regenerasi dengan memberikan kesempatan kepada para kader yang lebih muda untuk mengisi jabatan-jabatan strategis partai sesuai dengan eranya.
SDA, Ketua Umum PPP hasil muktamar Bandung juga pernah meminta Emron membatalkan Mukernas IV PPP tersebut. Pesan ini disampaikan SDA kepada Wakil Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Humprey Djemat dan Arwani Thomafi selaku utusan khusus Ketua Majelis Syariah KH Mamoen Zubair di Guntur Senin lalu (21/2/2016).
"Islah PPP itu sangat baik, namun harus dilakukan dengan cara yang baik dan memiliki landasan yang kuat dengan melibatkan semua pihak yang bertikai di Partai Persatuan Pembangunan," ucap SDA.
"Mukernas PPP kali ini yang tidak melibatkan Ketua Umum SDA justru kontra produktif dan berpotensi semakin memecah belah PPP," ungkap Mantan Menag ini. "Mereka (Emron Pangkapi cs) terlalu terburu-buru. Ada apa ini?"
"Saya sendiri belum pernah diajak bicara mengenai pelaksanaan Mukernas dan Muktamar PPP. Mereka seperti mengulangi kesalahan yang sama pada saat menyelenggarakan Muktamar Surabaya yang sudah dikalahkan di MA. Pelaksanaan Mukernas tanpa melibatkan saya selaku ketua umum, jelas merupakan kecerobohan yang menjauhkan terwujudnya islah," tandasnya.
PILIHAN:
TNI Berhasil Temukan Patok Batas Indonesia-Papua Nugini
Ahmad Dhani Kritik Revolusi Mental Jokowi dan Tambahnya Utang RI
(kri)