Ini Risiko Jokowi jika Dukung Revisi UU KPK

Senin, 08 Februari 2016 - 14:57 WIB
Ini Risiko Jokowi jika...
Ini Risiko Jokowi jika Dukung Revisi UU KPK
A A A
JAKARTA - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei berkaitan dengan rencana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam survei tersebut, Indikator mengaitkannya dengan tingkat kepuasan publik terhadap institusi-institusi demokrasi seperti, partai politik, Presiden, DPR, KPK, kepolisian dan pengadilan. Institusi tersebut tersebut berhubungan dengan persoalan penyusunan dan penegakan hukum.

Jika dikaitan dengan kepuasan publik terhadap pemerintah, temuan Indikator menyatakan sekitar 66,5% warga cukup atau sangat puas atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan pemerintahan.

"Tingkat kepuasan (approval rating) ini tampak paling tinggi selama Jokowi dilantik sebagai Presiden. Hal ini terutama didorong oleh persepsi warga terhadap kondisi perekonomian nasional saat ini yang dirasakan terus membaik," papar Direktur Indikator, Hendro Prasetyo saat merilis survei Indikator di Kantor Indkator, Cikini, Jakarta, Senin (8/2/2016).

Hendro mengungkapkan, kepuasan terhadap kinerja Jokowi lebih tinggi pada kelas menengah bawah dan wilayah perdesaan. Dari sisi basis partai, kepuasan terhadap Jokowi lebih rendah di kalangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra dan Demokrat.

"Tapi dalam setahun terakhir kecenderungannya meningkat, kecuali dari basis (pemilih) PKS," ujar Hendro.

Jika tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi dianggap menguat, hal demikian tidak berlaku terhadap sikap Presiden terhadap rencana revisi UU KPK.

"Ketika dikaitkan dengan rencana revisi UU KPK, kepuasan yang sudah cukup baik ini bisa terganggu jika Presiden tidak memenuhi aspirasi publik untuk mempertahankan posisi KPK," tuturnya.

Temuan lain dalam survei Indikator menggambarkan, publik yang mengetahui tentang rencana revisi UU KPK cenderung memiliki tingkat kepuasan lebih rendah terhadap kinerja Presiden dibandingkan warga yang tidak mengetahui.

"Dalam hal pembatasan wewenang penyadapan, perbandingannya adalah 63:73 % dan dalam kewenangan penuntutan 62:72%," ungkapnya.

Catatan Indikator, kata Hendro, warga yang mengetahui rencana revisi UU KPK cenderung akan memilih untuk menolak.

Sementara, Presiden sampai saat ini masih belum mengeluarkan sikap resmi atas revisi tersebut lantaran rancangannya masih di tangan DPR. "Dapat diprediksi jika revisi UU KPK tetap dilaksanakan dan Presiden tidak mengakomodasi aspirasi masyarakat maka tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden berpotensi menurun," tuturnya.

Responden survei ini sebanyak 1.550 orang yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni berumur 17 tahun atai lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Margin of error survei +/-2,5 % pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei dilakukan dengan metode tatap muka oleh pewawancara. Satu pewawancara bertugas untuk desa/kelurahan sebanyak 10 responden dilakukan secara random.

Wawancara dilaksanakan pada 18-29 Januari 2016, dengan sumber dana dari Asian Barometer, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indikator Politik Indonesia.


PILIHAN:


Pakar Pidana: SMS HT Bersifat Umum, Tak Ada Ancaman
(dam)
Berita Terkait
Pengalihan Status Jadi...
Pengalihan Status Jadi ASN, Wadah KPK Sebut Buntut dari Revisi UU KPK
Eks Penasihat KPK Ungkap...
Eks Penasihat KPK Ungkap Proses Penolakan Terhadap Revisi UU No 30/2002
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Revisi UU Desa Disetujui,...
Revisi UU Desa Disetujui, Kades Indonesia Bersatu Terima Kasih ke Jokowi
PBNU Anggap Usulan Jokowi...
PBNU Anggap Usulan Jokowi untuk Merevisi UU ITE Tepat
Mahfud MD Ungkap Presiden...
Mahfud MD Ungkap Presiden Jokowi Berencana Bikin Omnibus Law ITE
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
4 Risiko yang Dihadapi...
4 Risiko yang Dihadapi Israel jika Membalas Serangan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved