Ruhut Rasa Tak Mungkin PDIP-KMP Bentuk Koalisi Baru
Kamis, 07 Januari 2016 - 13:12 WIB
Ruhut Rasa Tak Mungkin PDIP-KMP Bentuk Koalisi Baru
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul membantah adanya isu pembentukan koalisi baru antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan beberapa partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP) termasuk Partai Demokrat.
Hal tersebut menyusul wacana kocok ulang pemimpin DPR. Partai Demokrat, kata dia, tetap pada garisnya yakni berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang pemerintahan.
"Saya rasa tidak mungkin PDIP akan bergabung dengan beberapa partai anggota KMP membentuk koalisi baru. Minimal Partai Demokrat tetap akan berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang," ujar Ruhut saat dikonfirmasi, Kamis (7/1/2015).
Meskipun menurutnya adalah hak PDIP untuk berkoalisi dengan siapapun, namun dia yakin PDIP tidak akan semudah itu mau bergabung dengan lawan politiknya di era pemilu presiden lalu. Apalagi, PDIP memiliki pengalaman pahit dengan Partai Golkar.
"Saya rasa PDIP juga sudah jera berkoalisi dengan Partai Golkar. Apalagi kalau dikatakan PKS mau gabung. Enggak akan mereka semudah itu menerima. Tapi kalau benar maka saya cuma bisa mengatakan, waspadalah, waspadalah, waspadalah," ucapnya.
Sebagai salah satu anggota tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Ruhut menegaskan pemerintahan Jokowi-JK sudah berjalan baik. Ruhut menilai, Jokowi tidak membutuhkan dukungan partai politik atau DPR karena rakyat Indonesia berada di belakangnya.
"Yang terjadi kan selama ini partai politik atau DPR tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Presiden Jokowi. Jokowi tidak membutuhkan DPR karena rakyat ada di belakangnya. Jadi tidak perlu dukungan koalisi-koalisi baru," tandas Anggota Komisi III DPR itu.
PILIHAN:
Presiden Jokowi Seorang Diri Melayat ke Kediaman Pramono Anung
Amien Rais Sebut Ada Menteri Lebih Superior dari Jokowi
Hal tersebut menyusul wacana kocok ulang pemimpin DPR. Partai Demokrat, kata dia, tetap pada garisnya yakni berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang pemerintahan.
"Saya rasa tidak mungkin PDIP akan bergabung dengan beberapa partai anggota KMP membentuk koalisi baru. Minimal Partai Demokrat tetap akan berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang," ujar Ruhut saat dikonfirmasi, Kamis (7/1/2015).
Meskipun menurutnya adalah hak PDIP untuk berkoalisi dengan siapapun, namun dia yakin PDIP tidak akan semudah itu mau bergabung dengan lawan politiknya di era pemilu presiden lalu. Apalagi, PDIP memiliki pengalaman pahit dengan Partai Golkar.
"Saya rasa PDIP juga sudah jera berkoalisi dengan Partai Golkar. Apalagi kalau dikatakan PKS mau gabung. Enggak akan mereka semudah itu menerima. Tapi kalau benar maka saya cuma bisa mengatakan, waspadalah, waspadalah, waspadalah," ucapnya.
Sebagai salah satu anggota tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Ruhut menegaskan pemerintahan Jokowi-JK sudah berjalan baik. Ruhut menilai, Jokowi tidak membutuhkan dukungan partai politik atau DPR karena rakyat Indonesia berada di belakangnya.
"Yang terjadi kan selama ini partai politik atau DPR tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Presiden Jokowi. Jokowi tidak membutuhkan DPR karena rakyat ada di belakangnya. Jadi tidak perlu dukungan koalisi-koalisi baru," tandas Anggota Komisi III DPR itu.
PILIHAN:
Presiden Jokowi Seorang Diri Melayat ke Kediaman Pramono Anung
Amien Rais Sebut Ada Menteri Lebih Superior dari Jokowi
(kri)