Kasus Freeport, Alasan JK dan Sudirman Said Perlu Mundur
Rabu, 30 Desember 2015 - 18:50 WIB
Kasus Freeport, Alasan JK dan Sudirman Said Perlu Mundur
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said seharusnya mengikuti langkah Ketua DPR Setya Novanto dan CEO Freeport Mc Moran James Moffet atau biasa disebut Jim Bob yang menundurkan diri dari jabatannya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna menyampaikan alasan JK perlu mengikuti langkah Setya Novanto dan bos Freeport, karena adanya pertemuan keluarga JK dengan elite perusahaan tambang besar asal Amerika Serikat itu. Apalagi, pertemuan tersebut terjadi di tengah ramainya persoalan perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.
"Apa urusan bisnisnya di Indonesia (Jim Bob) dengan ipar JK? Kenapa pertemuan mereka bertepatan dengan isu perpanjangan kontrak Freeport. Saya yakin, Jim Bob tidak akan mau menemui pengusaha Indonesia seperti Aksa Mahmud, kalau bukan dia iparnya JK," ujar Budyatna kepada wartawan, Rabu (30/12/2015).
Sementara itu alasan Sudirman Said harusnya mundur dari Menteri ESDM, karena telah menjanjikan perpanjangan kontrak dengan membuat surat resmi kepada pihak Freeport. Bahkan Sudirman Said rela berbuat apa pun termasuk mengubah peraturan yang bisa menghambat perpanjangan kontrak.
"Maroef juga demikian, kalau bos besarnya saja sudah mundur, masak dia tidak mundur?" jelasnya.
Baca: Pertemuan Keluarga JK-Elite Freeport Perlu Ditelusuri.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna menyampaikan alasan JK perlu mengikuti langkah Setya Novanto dan bos Freeport, karena adanya pertemuan keluarga JK dengan elite perusahaan tambang besar asal Amerika Serikat itu. Apalagi, pertemuan tersebut terjadi di tengah ramainya persoalan perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.
"Apa urusan bisnisnya di Indonesia (Jim Bob) dengan ipar JK? Kenapa pertemuan mereka bertepatan dengan isu perpanjangan kontrak Freeport. Saya yakin, Jim Bob tidak akan mau menemui pengusaha Indonesia seperti Aksa Mahmud, kalau bukan dia iparnya JK," ujar Budyatna kepada wartawan, Rabu (30/12/2015).
Sementara itu alasan Sudirman Said harusnya mundur dari Menteri ESDM, karena telah menjanjikan perpanjangan kontrak dengan membuat surat resmi kepada pihak Freeport. Bahkan Sudirman Said rela berbuat apa pun termasuk mengubah peraturan yang bisa menghambat perpanjangan kontrak.
"Maroef juga demikian, kalau bos besarnya saja sudah mundur, masak dia tidak mundur?" jelasnya.
Baca: Pertemuan Keluarga JK-Elite Freeport Perlu Ditelusuri.
(kur)