Soal Reshuffle Kabinet, PAN Tunggu Ketua Umum Pulang Umrah
Rabu, 30 Desember 2015 - 06:31 WIB
Soal Reshuffle Kabinet, PAN Tunggu Ketua Umum Pulang Umrah
A
A
A
JAKARTA - PAN membantah tudingan sejumlah partai politik (parpol) pendukung pemerintah, bahwa PAN yang mendikte Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan reshuffle kabinet jilid II.
Tapi PAN mengakui bahwa Ketua Umum (Ketum) DPP PAN melakukan komunikasi dengan Presiden terkait reshuffle.
"100% DPP PAN komunikasi reshuffle domain ketum," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais kepada wartawan di Rumah PAN Senopati, Jakarta, Selasa 29 Desember 2015.
"Kita sepakat, DPW-DPW juga menyerahkan domain ini ke ketum. Kita tunggu hasil komunikasinya, setelah ketum pulang umrah," imbuhnya.
Namun Hanafi membantah, jika PAN telah ditawari posisi menteri oleh presiden bahkan, internal PAN sendiri tidak pernah fokus membahas soal reshuffle ini.
Karena itu dirinya tidak tahu mengenai nama-nama yang telah diajukan PAN untuk menduduki posisi menteri.
"Karena kita menyerahkan ini ke ketum dan ketum yang menyiapkan segalanya kalau memang diajak bicara ke presiden," ucap Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR itu.
Menurut Hanafi, PAN sangat memahami kemauan presiden seperti apa yakni, presiden ingin membangun negara dengan orang-orang yang praktis dan progresif. Karena itu, PAN juga menginginkan agar kabinet juga seirama dengan keinginan presiden itu.
"Karena partai di DPR termasuk PAN sebenarnya mendukung konteks itu. Mau ditafsirkan dengan power sharing, kursi, itu domain presiden, kita tidak bisa mendikte, mengusulkan, dan memberi nuansa tertentu," ujarnya.
Pilihan:
Peringatan Rizal Ramli ke Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
Tapi PAN mengakui bahwa Ketua Umum (Ketum) DPP PAN melakukan komunikasi dengan Presiden terkait reshuffle.
"100% DPP PAN komunikasi reshuffle domain ketum," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais kepada wartawan di Rumah PAN Senopati, Jakarta, Selasa 29 Desember 2015.
"Kita sepakat, DPW-DPW juga menyerahkan domain ini ke ketum. Kita tunggu hasil komunikasinya, setelah ketum pulang umrah," imbuhnya.
Namun Hanafi membantah, jika PAN telah ditawari posisi menteri oleh presiden bahkan, internal PAN sendiri tidak pernah fokus membahas soal reshuffle ini.
Karena itu dirinya tidak tahu mengenai nama-nama yang telah diajukan PAN untuk menduduki posisi menteri.
"Karena kita menyerahkan ini ke ketum dan ketum yang menyiapkan segalanya kalau memang diajak bicara ke presiden," ucap Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR itu.
Menurut Hanafi, PAN sangat memahami kemauan presiden seperti apa yakni, presiden ingin membangun negara dengan orang-orang yang praktis dan progresif. Karena itu, PAN juga menginginkan agar kabinet juga seirama dengan keinginan presiden itu.
"Karena partai di DPR termasuk PAN sebenarnya mendukung konteks itu. Mau ditafsirkan dengan power sharing, kursi, itu domain presiden, kita tidak bisa mendikte, mengusulkan, dan memberi nuansa tertentu," ujarnya.
Pilihan:
Peringatan Rizal Ramli ke Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
(maf)