Alasan PAN Dukung Revisi UU Pilkada

Jum'at, 25 Desember 2015 - 17:40 WIB
Alasan PAN Dukung Revisi...
Alasan PAN Dukung Revisi UU Pilkada
A A A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung revisi Undang-Undang (UU) Pilkada. PAN menilai revisi perlu dilakukan karena banyak aturan yang justru membuat perhelatan pilkada jauh dari sempurna.

"PAN setuju revisi apalagi pemerintah, Mendagri juga setuju revisi UU Pilkada," ujar Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN Yandri Susanto saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (25/12/2015).

Dia menganggap revisi UU Nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada merupakan hal wajib. "Ada juga dua aturan Mahkamah Konstitusi, mengenai calon tunggal dan mantan narapidana boleh mencalonkan. Itu harus diubah pasal-pasal yang ada di UU Pilkada," ucap Yandri.

Dia juga menilai adanya persoalan dalam sosialisasi calon gubernur, bupati dan wali kota saat mengikuti perhelatan pilkada.

Hal itu, kata dia, berkaitan dengan tingkat partisipasi pemilih di beberapa daerah yang nyaris tidak sesuai harapan.

"Keluhan paslon (pasangan calon) kurang ruang waktu, gerak gerik mereka seperti tersandera dengan peraturan yang ada. Mereka tidak bisa sosialisasis seenaknya. Jadinya gaung pilkada cenderung menurun. Ini perlu dievaluasi," ucapnya.

Yandri juga menilai perlu ada perubahan mengenai persyaratan calon yang akan menjadi gubernur, bupati dan wali kota, khususnya calon tunggal dan syarat narapidana ikut pilkada.

Yandri juga menyoroti tentang pembiayaan pilkada serentak. Sebelumnya, kata dia, pilkada serentak dianggap dapat melakukan penghematan.

Namun, sambung Yandri, ternyata biaya pelaksanaan pilkada membengkak dan jauh lebih besar dibanding perhelatan pilkada sebelumnya.


PILIHAN:

Pansus Pelindo Bidik Proyek New Priok
(dam)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR dan Pemerintah Didesak...
DPR dan Pemerintah Didesak Segera Perjelas Pelaksanaan Pilkada DKI, Jabar dan Jateng
Berita Terkini
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved