Pemimpin DPR Gelar Rapat Internal Bahas Pertukaran Ade-Novanto
Jum'at, 18 Desember 2015 - 09:57 WIB
Pemimpin DPR Gelar Rapat Internal Bahas Pertukaran Ade-Novanto
A
A
A
JAKARTA - Pemimpin DPR akan menggelar rapat internal untuk membahas pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan pertukaran jabatan antara Novanto dengan Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, sesuai mekanisme penempatan tugas pemimpin di alat kelengkapan dewan (AKD) adalah domain dari fraksi dan partai politik. Sehingga, pertukaran jabatan tersebut sesuai yang ada di tata tertib DPR terkait pengunduran diri sesuai dengan MD3.
"Hasil rapat Golkar seyogyanya akan diajukan di rapat pimpinan (Rapim). Jadi rapim ada dua hal, bahas surat asli pengunduran diri Novanto kedua, sekiranya ada pengganti dari Golkar, akan kita bahas," ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Terkait sosok Ade Komaruddin sendiri sebagai Ketua DPR yang diusung Golkar untuk gantikan Novanto, Taufik menilai hal tersebut adalah realitas politik.
Kejadian pengunduran diri Novanto dan pertukaran jabatan atas polemik kasus pelanggaran etika di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) ini memiliki banyak hikmah.
Namun, menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, hal tersebut sudah menjadi domain Fraksi Golkar untuk menunjuk Ade Komaruddin.
"Ini proses pembelajaran kedewasaan kita. Ini era transparansi dan keterbukaan publik. Hasil MKD tidak bisa diintervensi MKD. Dengan siapa pengganti Novanto, itu dari fraksi yang mengusulkan. Siapapun figur yang diberikan, kita apresiasi kewenangan fraksi siapa pengganti Novanto," tegas Taufik.
PILIHAN:
DPR Didesak Bentuk Pansus Freeport Usut Menteri ESDM
Punya Komisioner Baru, Setara: KPK Memasuki Episode Suram
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, sesuai mekanisme penempatan tugas pemimpin di alat kelengkapan dewan (AKD) adalah domain dari fraksi dan partai politik. Sehingga, pertukaran jabatan tersebut sesuai yang ada di tata tertib DPR terkait pengunduran diri sesuai dengan MD3.
"Hasil rapat Golkar seyogyanya akan diajukan di rapat pimpinan (Rapim). Jadi rapim ada dua hal, bahas surat asli pengunduran diri Novanto kedua, sekiranya ada pengganti dari Golkar, akan kita bahas," ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Terkait sosok Ade Komaruddin sendiri sebagai Ketua DPR yang diusung Golkar untuk gantikan Novanto, Taufik menilai hal tersebut adalah realitas politik.
Kejadian pengunduran diri Novanto dan pertukaran jabatan atas polemik kasus pelanggaran etika di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) ini memiliki banyak hikmah.
Namun, menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, hal tersebut sudah menjadi domain Fraksi Golkar untuk menunjuk Ade Komaruddin.
"Ini proses pembelajaran kedewasaan kita. Ini era transparansi dan keterbukaan publik. Hasil MKD tidak bisa diintervensi MKD. Dengan siapa pengganti Novanto, itu dari fraksi yang mengusulkan. Siapapun figur yang diberikan, kita apresiasi kewenangan fraksi siapa pengganti Novanto," tegas Taufik.
PILIHAN:
DPR Didesak Bentuk Pansus Freeport Usut Menteri ESDM
Punya Komisioner Baru, Setara: KPK Memasuki Episode Suram
(kri)