Zulkifli Tegaskan PAN Selalu Siap jika Diminta Jokowi
Minggu, 08 November 2015 - 20:09 WIB
Zulkifli Tegaskan PAN Selalu Siap jika Diminta Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan siap jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kadernya menjadi menteri dalam Kabinet Kerja.
Kendati demikan, Zulkifli menegaskan PAN selalu siap apabila permintaan tersebut untuk membela kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Jika diminta untuk NKRI PAN selalu siap. PAN bergabung tanpa syarat tetapi jika diminta bergabung dengan pemerintah PAN siap. Tidak dapat apa-apa siap, diminta mendukung jadi menteri juga siap," ujar Zulkifli usai apel siaga dan temu kader PAN di Gedung Catur, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (8/11/2015).
Kendati demikian, kata dia, reshuffle kabinet adalah hak prerogratif Presiden. Ketua MPR itu menilai tidak dapat ikut campur jika nantinya Presiden akan melakukan reshuffle.
"Itu hak sepenuhnya Bapak Presiden, saya ini Ketua MPR mengerti hukum tata negara. Jadi kita tidak ikut campur soal reshuffle terserah Bapak Presiden," ucap Zulkifli.
Zulkifli pun mengaku tidak mengetahui nama-nama menteri yang disebut-sebut akan terkena reshuffle.
Dia juga enggan memberikan saran siapa saja menteri di Kabinet Kerja yang sudah seharusnya diganti.
"Itu urusannya Bapak Presiden, saya enggak tahu. Saran dan masukan soal reshuffle soal kabinet hak penuh prerogatif Presiden. Terserah kepada beliau ya," ujar Zulkifli.
PILIHAN:
Riset: Lima Menteri Paling Dikenal Publik
Menagih Janji Jokowi-JK Lewat Lagu
Kendati demikan, Zulkifli menegaskan PAN selalu siap apabila permintaan tersebut untuk membela kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Jika diminta untuk NKRI PAN selalu siap. PAN bergabung tanpa syarat tetapi jika diminta bergabung dengan pemerintah PAN siap. Tidak dapat apa-apa siap, diminta mendukung jadi menteri juga siap," ujar Zulkifli usai apel siaga dan temu kader PAN di Gedung Catur, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (8/11/2015).
Kendati demikian, kata dia, reshuffle kabinet adalah hak prerogratif Presiden. Ketua MPR itu menilai tidak dapat ikut campur jika nantinya Presiden akan melakukan reshuffle.
"Itu hak sepenuhnya Bapak Presiden, saya ini Ketua MPR mengerti hukum tata negara. Jadi kita tidak ikut campur soal reshuffle terserah Bapak Presiden," ucap Zulkifli.
Zulkifli pun mengaku tidak mengetahui nama-nama menteri yang disebut-sebut akan terkena reshuffle.
Dia juga enggan memberikan saran siapa saja menteri di Kabinet Kerja yang sudah seharusnya diganti.
"Itu urusannya Bapak Presiden, saya enggak tahu. Saran dan masukan soal reshuffle soal kabinet hak penuh prerogatif Presiden. Terserah kepada beliau ya," ujar Zulkifli.
PILIHAN:
Riset: Lima Menteri Paling Dikenal Publik
Menagih Janji Jokowi-JK Lewat Lagu
(dam)