Desak Reshuffle Kabinet, PAN Tak Miliki Sensitifitas
Rabu, 21 Oktober 2015 - 23:07 WIB
Desak Reshuffle Kabinet, PAN Tak Miliki Sensitifitas
A
A
A
JAKARTA - Setelah menyatakan mendukung pemerintah, PAN menggunakan momentum satu tahun pemerintahan Jokowi-JK untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan reshuffle kabinet jilid II. Karena itu, PAN dinilai tak memiliki sensitifitas mengingat bencana kabut asap semakin parah dan telah memakan banyak korban.
"PAN punya hak karena sudah menyatakan bergabung tapi warga negara yang terbakar hutannya, yang nasibnya nafas saja susah diberi atensi yang prima. Jadi kaya enggak punya sensitifitas terhadap permasalahan yang akut," kata Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Siti menegaskan, sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle Kabinet Kerja jilid II. Bukan saatnya Presiden Jokowi memikirkan mengenai perombakan kabinet, seharusnya dia fokus tentang bagaimana merespons kebakaran hutan dan lahan gambut yang telah menjatuhkan banyak korban.
"Jadi timingnya tidak pas dan tidak tepat di saat seperti ini," tegas Ph.D Ilmu Politik dari Curtin University, Perth, Australia itu.
Menurut Siti, sebaiknya pemerintah jangan menganggap sepele persoalan ini, karena kalau disepelekan akan ada generasi yang hilang dalam sejarah bangsa ini. Sehingga, reshuffle jadi kurang relevan untuk menjadi agenda pemerintah karena kabut asap sedang masif di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan.
"Kabut asap itu penyakit dan racun. Makannya itu tadi, kebangetan (kalau masih bahas reshuffle)," ujarnya.
Lebih dari itu, Siti juga menyayangkan sikap Jokowi yang telah ingkar janji. Karena sebelumnya, Jokowi pernah mengatakan bahwa dia akan membentuk kabinet yang ramping, profesional, dan tanpa syarat, tapi ternyata tidak ramping dan susah untuk bekerja secara profesional karena, kepentingan parpol yang menonjol.
"Kita latih di negara ini yang mau mimpin monggo saja, asalkan memenuhi kriteria dan konsisten. Negara ini berat loh begitu besar kalau dipimpin orang yang engga konsisten," pesannya.
PILIHAN:
Gubernur Sumsel Sebut Kabut Asap Bencana Internasional
Anang Beberkan Penanganan Kasus Mobile Crane ke Pansus Pelindo
"PAN punya hak karena sudah menyatakan bergabung tapi warga negara yang terbakar hutannya, yang nasibnya nafas saja susah diberi atensi yang prima. Jadi kaya enggak punya sensitifitas terhadap permasalahan yang akut," kata Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Siti menegaskan, sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle Kabinet Kerja jilid II. Bukan saatnya Presiden Jokowi memikirkan mengenai perombakan kabinet, seharusnya dia fokus tentang bagaimana merespons kebakaran hutan dan lahan gambut yang telah menjatuhkan banyak korban.
"Jadi timingnya tidak pas dan tidak tepat di saat seperti ini," tegas Ph.D Ilmu Politik dari Curtin University, Perth, Australia itu.
Menurut Siti, sebaiknya pemerintah jangan menganggap sepele persoalan ini, karena kalau disepelekan akan ada generasi yang hilang dalam sejarah bangsa ini. Sehingga, reshuffle jadi kurang relevan untuk menjadi agenda pemerintah karena kabut asap sedang masif di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan.
"Kabut asap itu penyakit dan racun. Makannya itu tadi, kebangetan (kalau masih bahas reshuffle)," ujarnya.
Lebih dari itu, Siti juga menyayangkan sikap Jokowi yang telah ingkar janji. Karena sebelumnya, Jokowi pernah mengatakan bahwa dia akan membentuk kabinet yang ramping, profesional, dan tanpa syarat, tapi ternyata tidak ramping dan susah untuk bekerja secara profesional karena, kepentingan parpol yang menonjol.
"Kita latih di negara ini yang mau mimpin monggo saja, asalkan memenuhi kriteria dan konsisten. Negara ini berat loh begitu besar kalau dipimpin orang yang engga konsisten," pesannya.
PILIHAN:
Gubernur Sumsel Sebut Kabut Asap Bencana Internasional
Anang Beberkan Penanganan Kasus Mobile Crane ke Pansus Pelindo
(kri)