PAN Dapat Imbalan dari Jokowi, PDIP Tak Keberatan
Kamis, 10 September 2015 - 20:57 WIB
PAN Dapat Imbalan dari Jokowi, PDIP Tak Keberatan
A
A
A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan imbalan setelah bergabung dengan barisan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir disebut-sebut bakal mendapat kue dalam lembaga bernama Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).
Jatah kue kekuasaan yang diperoleh PAN itu semakin terang saat Soetrisno menghadap Jokowi di Istana Negara, siang tadi.
Menanggapi hal itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku partai pengusung pemerintah tak mempermasalahkannya. "Kami enggak keberatan. Kami terima dengan senang hati. Itu sikap partai," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2015).
Diyakini Masinton, bergabungnya PAN di barisan pemerintah tidak akan mengubah komposisi ataupun mengurangi jatah menteri Kabinet Kerja yang kini mayoritas berasal dari partai-partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Menurutnya, meski kini tengah memegang kendali pemerintahan, Presiden Jokowi tetap membutuhkan mitra kerja kritis. Ia pun mewanti-wanti agar PAN tetap menjaga daya kritisnya meski telah berada di barisan pemerintah.
"Dukung harus, (tapi) tetap jaga daya kritis. Kalau tidak ada yang kritik, bahaya juga kita ini," kata Masinton.
PILIHAN:
PAN Merapat, Soetrisno Bachir Dapat Posisi
Hanura Tak Sudi Jatah Menterinya Dikurangi karena PAN
Jatah kue kekuasaan yang diperoleh PAN itu semakin terang saat Soetrisno menghadap Jokowi di Istana Negara, siang tadi.
Menanggapi hal itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku partai pengusung pemerintah tak mempermasalahkannya. "Kami enggak keberatan. Kami terima dengan senang hati. Itu sikap partai," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2015).
Diyakini Masinton, bergabungnya PAN di barisan pemerintah tidak akan mengubah komposisi ataupun mengurangi jatah menteri Kabinet Kerja yang kini mayoritas berasal dari partai-partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Menurutnya, meski kini tengah memegang kendali pemerintahan, Presiden Jokowi tetap membutuhkan mitra kerja kritis. Ia pun mewanti-wanti agar PAN tetap menjaga daya kritisnya meski telah berada di barisan pemerintah.
"Dukung harus, (tapi) tetap jaga daya kritis. Kalau tidak ada yang kritik, bahaya juga kita ini," kata Masinton.
PILIHAN:
PAN Merapat, Soetrisno Bachir Dapat Posisi
Hanura Tak Sudi Jatah Menterinya Dikurangi karena PAN
(hyk)