Loyalis SBY Disarankan Bikin Buku Tandingan Kasus Century
Sabtu, 22 Agustus 2015 - 07:05 WIB
Loyalis SBY Disarankan Bikin Buku Tandingan Kasus Century
A
A
A
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf menyarankan para loyalis Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membuat buku tandingan terkait dengan kasus Bank Century.
Mereka dinilai tidak elok dan bahkan membahayakan kegiatan ilmiah ketika menyikapi sebuah buku dengan mengecam atau menuding penulisnya di luar konteks isi buku.
"Bahaya kalau menyikapi sebuah buku dengan cara seperti itu. Kalau memang apa yang ditulis Pak Misbakhun soal Century tidak benar, mudah saja, tinggal dicounter dengan data yang lebih kuat. Kan publik juga sudah pandai sehingga nanti bisa membedakan," kata Asep ketika dihubungi Sindonews, Jumat 21 Agustus 2015 malam.
Menurut Asep Warlan, Misbakhun berani menulis buku tentu juga dengan pertaruhan kredibilitas karena posisinya sebagai anggota DPR. Artinya, secara logika tidak mungkin juga seorang anggota DPR gegabah menulis buku jika datanya tidak akurat dan valid.
"Kalau itu bisa terbantahkan, kan pertaruhannya kredibilitas yang nulis," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, alangkah lebih baiknya dan memang seyogianya para pendukung SBY agar dalam menyikapi sebuah buku dengan cara yang ilmiah juga.
Jika para pendukung SBY membuat buku tandingan sebagai bantahan atas buku yang ditulis Misbakhun, maka buku itu tak saja akan menjadi data pembanding bagi publik dalam melihat kasus Bank Century, tetapi juga bisa menjadi informasi penting bagi penegak hukum untuk menuntaskan kasus Century.
Seperti diketahui, buku karya Misbakhin tentang kasus Century yakni 'Sejumlah Tanya Melawan Lupa-Mengungkap 3 Surat SMI Kepada Presiden SBY' mendapat reaksi negatir dari beberapa loyalis SBY.
Ruhut Sitompul misalnya, dia menilai Misbakhun sedang stres berat karena program dana aspirasi tidak disetujui pemerintah. Kemudian Herman Khaeron menilai apa yang diungkap Misbakhun dalam bukunya hanya mengira-ngira. Sementara, mantan Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief juga ikut memberikan komentar negatif atas buku Misbakhun.
PILIHAN:
Soal Kasus Century, Ruhut Sebut Misbakhun Orang Stres
Disebut Stres oleh Ruhut, Ini Reaksi Misbakhun
Mereka dinilai tidak elok dan bahkan membahayakan kegiatan ilmiah ketika menyikapi sebuah buku dengan mengecam atau menuding penulisnya di luar konteks isi buku.
"Bahaya kalau menyikapi sebuah buku dengan cara seperti itu. Kalau memang apa yang ditulis Pak Misbakhun soal Century tidak benar, mudah saja, tinggal dicounter dengan data yang lebih kuat. Kan publik juga sudah pandai sehingga nanti bisa membedakan," kata Asep ketika dihubungi Sindonews, Jumat 21 Agustus 2015 malam.
Menurut Asep Warlan, Misbakhun berani menulis buku tentu juga dengan pertaruhan kredibilitas karena posisinya sebagai anggota DPR. Artinya, secara logika tidak mungkin juga seorang anggota DPR gegabah menulis buku jika datanya tidak akurat dan valid.
"Kalau itu bisa terbantahkan, kan pertaruhannya kredibilitas yang nulis," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, alangkah lebih baiknya dan memang seyogianya para pendukung SBY agar dalam menyikapi sebuah buku dengan cara yang ilmiah juga.
Jika para pendukung SBY membuat buku tandingan sebagai bantahan atas buku yang ditulis Misbakhun, maka buku itu tak saja akan menjadi data pembanding bagi publik dalam melihat kasus Bank Century, tetapi juga bisa menjadi informasi penting bagi penegak hukum untuk menuntaskan kasus Century.
Seperti diketahui, buku karya Misbakhin tentang kasus Century yakni 'Sejumlah Tanya Melawan Lupa-Mengungkap 3 Surat SMI Kepada Presiden SBY' mendapat reaksi negatir dari beberapa loyalis SBY.
Ruhut Sitompul misalnya, dia menilai Misbakhun sedang stres berat karena program dana aspirasi tidak disetujui pemerintah. Kemudian Herman Khaeron menilai apa yang diungkap Misbakhun dalam bukunya hanya mengira-ngira. Sementara, mantan Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief juga ikut memberikan komentar negatif atas buku Misbakhun.
PILIHAN:
Soal Kasus Century, Ruhut Sebut Misbakhun Orang Stres
Disebut Stres oleh Ruhut, Ini Reaksi Misbakhun
(kri)