Mobilitas Ekonomi Bangsa

Rabu, 08 Juli 2015 - 08:25 WIB
Mobilitas Ekonomi Bangsa
Mobilitas Ekonomi Bangsa
A A A
Permasalahan yang umum terjadi dalam sebuah pembangunan bangsa adalah seberapa cepat sebuah negara mampu membangun infrastruktur transportasi bagi negaranya karena infrastruktur transportasi berbanding lurus dengan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Semakin baik infrastruktur transportasi, tingkat pertumbuhan ekonomi akan semakin baik begitu juga dan sebaliknya. Berdasarkan survei yang dilakukan World Economic Forum (WEF) pada 2011 , infrastruktur transportasi Indonesia di Asia Tenggara merupakan yang terburuk atau ” debbotlenecking infrastructure” dari negara-negara lainnya. Hal ini didasarkan pada kurangnya pemerataan pembangunan infrastruktur transportasi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa.

Infrastruktur transportasi di Pulau Jawa dengan pulau lainnya memperlihatkan ada ketimpangan yang sangat jauh sehingga berdampak negatif terhadap perkembangan ekonomi Indonesia karena sebagian besar sumber daya alam Indonesia justru berasal dari luar Pulau Jawa. Hal ini menyebabkan proses mobilisasi sumber daya alam ke wilayah pengolahan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Kondisi ini tidak lepas dari berbagai kendala yang dihadapi para investor untuk membangun infrastruktur misalnya sulitnya birokrasi pemerintahan, sulitnya pembebasan lahan, akses regulasi, tingginya biaya logistik, serta kurang kondusifnya iklim usaha. Keadaan ini menyebabkan biaya ekonomi sangat tinggi sehingga membuat para investor berpikir dua kali jika ingin berinvestasi di Indonesia.

Sejauh ini pemerintahan Jokowi berencana melanjutkan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan mencanangkan pembangunan infrastruktur yang memadai seperti pembangunan tol laut, tol trans- Sumatera, pembangunan waduk, rel kereta api di seluruh pulau di Indonesia, dan pembangunan bandarabandara di seluruh Indonesia.

Pemerintah dan masyarakat harus saling bekerja sama untuk pembangunan infrastruktur transportasi ini. Masyarakat sebagai pemilik lahan harus menyadari pentingnya pertumbuhan infrastruktur untuk kemajuan bersama.

Begitu juga dengan pemerintah, harus memberikan jaminan kepada masyarakat agar hasil dari pertumbuhan ekonomi itu bukan hanya untuk kalangan investor dan pemilik modal itu, melainkan juga untuk kepentingan seluruh kalangan masyarakat Indonesia.

Jhon Miduk Sitorus
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi & Administrasi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved