Dana Aspirasi Ancam Keberadaan Partai Politik

Sabtu, 20 Juni 2015 - 15:29 WIB
Dana Aspirasi Ancam...
Dana Aspirasi Ancam Keberadaan Partai Politik
A A A
JAKARTA - Dana aspirasi daerah pemilihan (dapil) atau Usulan program pembangunan daerah pemilihan (UP2DP) Rp20 miliar yang diajukan DPR, seharusnya menjadi kekhawatiran partai politik (parpol).

Hal itu dikatakan Juru Bicara Koalisi Kawal Anggaran, Roy Salam. Menurutnya, dana aspirasi ini akan mengancam eksistensi parpol.

"Ini jadi ancaman dari anggota (DPR) ke partai politik," kata Roy Salam dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya FM di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (20/6/2015).

"Mengapa? Dengan adanya (dana aspirasi) Rp20 miliar ini maka anggota merasa dia punya lebih banyak suara di dapil," imbuhnya.

Sehingga kata Roy, ketika anggota melanggar norma parpol, anggota tidak akan ambil pusing jika nantinya dipecat atau tidak oleh partai.

Menurutnya, sebab jika dipecat pada saat pemilu, nantinya anggota yang memiliki dana aspirasi ini akan dicari-cari oleh partai lain.

"Partai lain akan ambil dia, karena sudah investasi di dapil. Ini (dana aspirasi) ancaman juga bagi eksistensi partai. Ini akan melemahkan kontrol partai terhadap anggota. Ini akan buat semangat lawan partai," tegasnya.

Sistem parpol lanjut Roy, akan terganggu baik di tingkat kepartaian, atau sistem pemilu. "Saya sulit bayangkan kalau dana kampanye itu Rp500 juta-Rp7 miliar, maka dengan investasi Rp20 miliar per tahun, kedepan ada Rp80 miliar," jelas Roy.

Roy pun bertanya-tanya, adakah dari masyarakat yang memiliki dana sebesar itu untuk dijadikan dana politik.

"Saya rasa kita tidak punya calon. Yang ada hanya mereka-mereka itu. Pertanyaannya adalah, apakah sistem pemilu kita akan berjalan baik atau tidak," tandasnya.

Pilihan:

Siang Ini KPK Beberkan Penangkapan Pejabat Daerah

Tolak Revisi UU KPK, Jokowi Dinilai Basa-basi
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved