Hankam

Amerika & Australia diduga menyadap informasi kacangan

Jum'at,  8 November 2013  −  08:25 WIB
Amerika & Australia diduga menyadap informasi kacangan
Ilustrasi.

Sindonews.com - Pengamat Intelijen Wawan Purwanto menduga, Pemerintah Amerika dan Australia hanya berhasil melakukan penyadapan terhadap informasi kacangan yang dimiliki oleh Indonesia.

Dia mengatakan, peralatan intelijen Amerika dan Australia canggih. Namun, kedua negara tersebut hanya berhasil mengambil informasi yang tidak snagat penting.

"Informasi yang berhasil diambil hanya informasi kacangan, karena mencari informasi mengenai rahasia yang sangat rahasia sulit dilakukan, karena itu termasuk informasi 'bawah tanah'," kata Wawan kepada Sindonews, Kamis, 7 November 2013.

Tidak hanya Indonesia, lanjutnya, yang disadap oleh kedua negara sekutu tersebut. Namun, sejumlah negera di dunia juga disadap oleh Amerika dan Australia.

"Hampir seluruh dunia disadap, tapi hasilnya hanya sampah. Seperti yang pernah dilakukan oleh Korsel, yang hanya berhasil menyadap informasi kacangan alias tidak bermutu. Seperti kepemilihan pesawat di Indonesia," imbuhnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, ada dugaan skandal operasi spionase Amerika Serikat, meluas hingga ke Asia termasuk Indonesia. AS diduga melakukan penyadapan dengan menggunakan alat yang terpasang di Kedutaan Besar AS, di Jakarta.

Hal itu terungkap dari bocoran dokumen milik bekas kontraktor National Security Agency (NSA) Edward Snowden. Mengutip laporan media Australia,  smh.com.au, dari bocoran Snowden terungkap, fasilitas penyadapan AS sebanyak 90 titik yang tersebar di seluruh dunia.

Untuk wilayah, Asia Tenggara, berbagai alat penyadapan AS diduga terpasang di Kedutaan Besar di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon.

Klik di sini untuk berita terkait.



(stb)

views: 1.676x

 

shadow