alexa snippet

Tahun 2012 badai politik Demokrat akan berakhir

Tahun 2012 badai politik Demokrat akan berakhir
Saan Mustofa. (Dok. Okezone)
A+ A-
PARTAI Demokrat belakangan ini menjadi sorotan publik. Betapa tidak, partai dengan memperoleh suara terbanyak pada Pemilu 2009 itu tiba-tiba dikabarkan oleh hasil lembaga survei, elektabilitasnya anjlok. Tentu saja beragam faktor yang melatarbelakangi hal ini.
 
Mulai  dari persoalan internal hingga sejumlah persoalan tindak pidana korupsi yang menyeret kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Persoalan internal yang melilit partai pemenang Pemilu 2009 itu juga tergolong cukup kompleks.

Pasalnya, konflik ini melibatkan dua elite Partai Demokrat, yaitu Anas Urbaningrum selaku ketua umum dengan SBY selaku ketua dewan pembina. Santer dikabarkan, SBY berupaya mendongkel Anas dari posisi ketua umum.

Apa sebenarnya yang menyebabkan badai politik ini muncul dan bagaimana para stakeholder di Partai Demokrat untuk mengatasinya? Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Saan Mustopa angkat bicara.

Pasalnya, bukan suatu hal yang mustahil, jika persoalan ini didiamkan akan berujung pada tergerusnya partai tersebut oleh partai lain seperti Golkar, dan PDIP dalam Pemilu 2014.

Dalam perbincangannya dengan Sindonews, dia tak mau ambil pusing dengan hasil Survei. Baginya, survei tersebut sekadar masukan bagi internal partai untuk melakukan koreksi demi suatu perubahan lebih baik.

Mengacu dari survei tersebut, penyusunan program diyakini salah satu upaya ampuh untuk meningkatkan elektabilitas partai yang hilang. Beragam program tengah dirancang, tentu saja harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Program ini juga dipercaya dapat mendekatkan diri antara  Demokrat dengan masyarakat, khususnya konstituen.

Pelayanan kesehatan dan pendidikan sangat membantu dalam pencapaian ekonomi Indonesia secara makro. Diakuinya, program ini harus sejalan dengan pemerintah dimana presidennya berasal dari Partai Demokrat. Maka itu, diakui, baik buruknya kinerja pemerintah sangat berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Demokrat.

Tak hanya kebijakan pemerintah turut andil dalam anjloknya elektabilitas partai, sejumlah kader Partai Demokrat yang terseret dalam persoalan tindak pidana korupsi juga memiliki sumbangsih besar atas elektabilitas partai.

Sebab, masyarakat sangat menginginkan adanya perubahan di bidang hukum.  Maka itu, persoalan internal kader yang terseret dalam persoalan hukum tersebut menjadi perhatian serius Partai Demokrat.

Terlepas dari itu, sebagai seorang politikus dirinya masih meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani persoalan hukum yang mengaitkan beberapa kader partainya bersifat profesional dan tidak ada muatan politis dari kepentingan pihak lain. Mulai dari persoalan proyek Wisma Atlet SEA Games, dan proyek pusat olahraga di kawasan Sentul Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

dibaca 2.339x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top