Pidato Pemimpin dan Calon Pemimpin
Senin, 16 Januari 2023 - 08:47 WIB
loading...
Pemimpin yang baik harus diuji visi misi dan gagasan-gagasan besarnya. FOTO/WAWAN BASTIAN
A
A
A
Pidato seorang pemimpin adalah arahan yang paling ditunggu tunggu para pengikutnya. Kharisma seorang pemimpin bisa diukur dari seberapa patuh para pengikutnya menerapkan atau menjalankan apa yang disampaikan dalam pidato. Mulai dari penguatan nilai nilai ideologis, inspirasi hidup dari sang pemimpin hingga tindakan nyata yang harus dilakukan sesuai yang dimaui seorang pemimpin.
Sebagian besar pemimpin kharismatik jago sekali berpidato alias mampu menjadi orator ulung. Sebutan tenarnya Singa Podium. Pemimpin di bidang apa pun yang pandai membakar semangat audiens akan lebih mudah melakukan persuasi dan mengajak massa untuk bertindak sesuai kemauan sang orator.
Karena itu, jika Anda berminat menjadi pemimpin besar, satu syarat yang tidak tertulis tapi amat penting adalah kemampuan berpidato. Pemimpin yang cakap, kharismatik, gagah berani dan merakyat (dalam politik) tapi kurang bisa berpidato akan mudah dikalahkan oleh mereka yang memiliki kecakapan lebih rendah tapi mampu mempengaruhi publik dengan orasi dan pidatonya yang menggelegar.
Di Indonesia, sejak zaman kemerdekaan sudah melahirkan para pemimpin yang pandai dan jago berpidato. Selain pintar, para pejuang juga sangat piawai menguasai mimbar di depan rakyat atau ketika bernegosiasi dengancounterpart-nya dalam diplomasi memperjuangkan kemerdekaan.
Selain berpidato, parafounding fatherjuga dikenal jago berdebat karena sangat menguasai materi dan bahasa asing yang sangat fasih dan mumpuni. Ini bisa dilihat dari sosok Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Haji Agus Salim, Tan Malaka, Sutan Syahrir dan para pahlawan kemerdekaan lainnya. Belum lagi para tokoh agama baik itu ulama, kiai, ustad, pendeta, biksu yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Bagaimana dengan gaya pidato para pemimpin pascakemerdekaan? Di masa Orde Baru kita mengenal gaya memimpin Pak Harto yang kalem, santun dalam bertutur kata namun berwibawa. Di luar negeri Pak Harto begitu disegani termasuk oleh para pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia (Uni Soviet), Timur Tengah, Afrika, Eropa, Asia dan Amerika Latin.
Presiden Soeharto memang beda gaya dengan Bung Karno yang terkenal dengan pidatonya yang berapi-api sehingga menjadi salah satu pemimpin dunia yang dikagumi. Para penerus Bung Karno dan Pak Harto pun juga tidak kalah membanggakan bangsa dan negeri di luar negeri. Mulai Presiden BJ Habibie yang dikenal sangat pandai di bidang teknologi tinggi, Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur yang juga memiliki pergaulan luas dengan pendukung yang sangat loyal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Sebagian besar pemimpin kharismatik jago sekali berpidato alias mampu menjadi orator ulung. Sebutan tenarnya Singa Podium. Pemimpin di bidang apa pun yang pandai membakar semangat audiens akan lebih mudah melakukan persuasi dan mengajak massa untuk bertindak sesuai kemauan sang orator.
Karena itu, jika Anda berminat menjadi pemimpin besar, satu syarat yang tidak tertulis tapi amat penting adalah kemampuan berpidato. Pemimpin yang cakap, kharismatik, gagah berani dan merakyat (dalam politik) tapi kurang bisa berpidato akan mudah dikalahkan oleh mereka yang memiliki kecakapan lebih rendah tapi mampu mempengaruhi publik dengan orasi dan pidatonya yang menggelegar.
Di Indonesia, sejak zaman kemerdekaan sudah melahirkan para pemimpin yang pandai dan jago berpidato. Selain pintar, para pejuang juga sangat piawai menguasai mimbar di depan rakyat atau ketika bernegosiasi dengancounterpart-nya dalam diplomasi memperjuangkan kemerdekaan.
Selain berpidato, parafounding fatherjuga dikenal jago berdebat karena sangat menguasai materi dan bahasa asing yang sangat fasih dan mumpuni. Ini bisa dilihat dari sosok Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Haji Agus Salim, Tan Malaka, Sutan Syahrir dan para pahlawan kemerdekaan lainnya. Belum lagi para tokoh agama baik itu ulama, kiai, ustad, pendeta, biksu yang juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Bagaimana dengan gaya pidato para pemimpin pascakemerdekaan? Di masa Orde Baru kita mengenal gaya memimpin Pak Harto yang kalem, santun dalam bertutur kata namun berwibawa. Di luar negeri Pak Harto begitu disegani termasuk oleh para pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia (Uni Soviet), Timur Tengah, Afrika, Eropa, Asia dan Amerika Latin.
Presiden Soeharto memang beda gaya dengan Bung Karno yang terkenal dengan pidatonya yang berapi-api sehingga menjadi salah satu pemimpin dunia yang dikagumi. Para penerus Bung Karno dan Pak Harto pun juga tidak kalah membanggakan bangsa dan negeri di luar negeri. Mulai Presiden BJ Habibie yang dikenal sangat pandai di bidang teknologi tinggi, Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur yang juga memiliki pergaulan luas dengan pendukung yang sangat loyal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Lihat Juga :