Ferdy Sambo Ngaku Menyesal dan Minta Maaf ke Kapolri hingga Presiden
Selasa, 10 Januari 2023 - 17:47 WIB
loading...
Terdakwa Ferdy Sambo saat menjalani sidang lanjutan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigair J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023). Foto/MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Terdakwa Ferdy Sambo mengaku menyesal atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa bijak dan obyektif dalam menilai kesalahannya tersebut.
"Saya mohon Yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum bisa menilai dengan bijak serta objektif terhadap kesalahan saya," ujar Ferdy Sambo dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023).
Sambo juga mengatakan sudah 151 hari menjalani masa penahanan di Mako Brimob. Dia merasa bersalah. Pasalnya, emosi menutup logikanya sehingga dia pun menyampaikan perasaan menyesal dan bersalahnya tersebut di persidangan ini.
Baca juga: Ditanya Pengacara Siapa yang Urus Anak, Ferdy Sambo Menangis
"Pertama, kepada keluarga korban. Karena emosi saya menyebabkan putra keluarga Yos bisa meninggal dunia," tuturnya.
Kedua, kata Sambo, dia merasa menyesal dan bersalah pada Bharada E atau Richard Eliezer karena perintah hajarnya itu membuat Bharada E melakukan penembakan. Dia juga bakal bertanggung jawab atas hal tersebut.
"Saya mohon Yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum bisa menilai dengan bijak serta objektif terhadap kesalahan saya," ujar Ferdy Sambo dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023).
Sambo juga mengatakan sudah 151 hari menjalani masa penahanan di Mako Brimob. Dia merasa bersalah. Pasalnya, emosi menutup logikanya sehingga dia pun menyampaikan perasaan menyesal dan bersalahnya tersebut di persidangan ini.
Baca juga: Ditanya Pengacara Siapa yang Urus Anak, Ferdy Sambo Menangis
"Pertama, kepada keluarga korban. Karena emosi saya menyebabkan putra keluarga Yos bisa meninggal dunia," tuturnya.
Kedua, kata Sambo, dia merasa menyesal dan bersalah pada Bharada E atau Richard Eliezer karena perintah hajarnya itu membuat Bharada E melakukan penembakan. Dia juga bakal bertanggung jawab atas hal tersebut.
Lihat Juga :