Catatan Akhir Tahun, ISKA Apresiasi Langkah Pemerintah Terkait PPKM dan Ciptaker
Minggu, 01 Januari 2023 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi salah satu tonggak lahirnya Indonesia baru yang diharapkan dibangun dalam sistem solidaritas tanpa sekat dan menjadi kota modern yang berisi manusia-manusia bermartabat. Meskipun dengan tantangan dalam merencanakan dan membangun IKN, ISKA yakin kebijakan pemerintah didasarkan pada kajian yang sifatnya holistik dan untuk kepentingan jangka panjang.
”IKN merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan negara dengan landasan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.
Pendidikan merupakan modal utama untuk membangun bangsa. Sistem pendidikan yang sedang menunggu pengesahan undang-undang baru tentu akan sangat memengaruhi harapan membangun aspek sosial dan budaya Indonesia yang lebih baik. ”ISKA sangat concern terhadap suatu sistem pendidikan yang inklusif berbasis memberikan pendidikan sejak usia dini sikap menghargai martabat manusia dan wawasan kebangsaan sejak dini,” katanya.
Mengajarkan pendidikan dengan sistem menghafal telah terbukti tidak cukup melahirkan manusia Indonesia yang berintegritas, cerdas secara logika dan mampu mengembangkan inovasi kreatif di berbagai bidang, serta dapat bersaing di era globalisasi. Pada sisi lain dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semua pihak yang berkepentingan perlu memberikan perhatian penuh tentang arti guna riset dan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa dan masyarakat.
”Tidak hanya mengutamakan pemenuhan biaya dan kuantitas riset yang dilakukan akan tetapi justru pada segi kemanfaatan hasil riset dan implementasinya guna mengatasi banyak masalah yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Di bidang hukum, pengesahan RKUHP menjadi UU pada 2022 walaupun menuai pro kontra, setidaknya melahirkan adanya hukum yang berkeadilan bagi martabat manusia. Jual beli kasus tetap menjadi salah satu tantangan dalam diterapannya UU KUHP. ISKA juga memandang hukum di Indonesia perlu memberikan jaminan kehidupan yang setara dalam kesempatan berpolitik, menjalankan ekonomi maupun beragama dan beribadat.
Kasus-kasus yang mengemuka akhir-akhir ini baik kalangan aparat dan pejabat menjadi sebuah kesempatan bagi penegak hukum di Indonesia untuk meyakinkan masyarakat bawah bahwa hukum berlaku adil dan sama untuk setiap pelanggarnya.
”Tidak seperti yang selama ini dikeluhkan dan dirasakan oleh masyarakat bahwa penerapan hukum akan selalu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Namun, sungguh tajam ke semua arah jika berhadapan dengan semua orang yang melanggar hukum dan tidak pandang bulu,” katanya.
Dalam hal lingkungan hidup, sebagai negara berkembang yang pada akhir-akir ini telah dimasukkan pada status negara maju, dengan luasan ujung timur ke barat lebih dari 5,000 km, Indonesia memiliki banyak ancamam kerusakan lingkungan dari mulai penebangan pohon, ancaman polusi, sampah plastik sampai dengan sampah makanan.
Selain itu, Indonesia merupakan negara kepulauan yang akan terkena dampak dengan kenaikan suhu bumi atau perubahan iklim. Dengan perubahan iklim, perekonomian dan kehidupan penduduk Indonesia akan dipengaruhi dengan perubahan iklim yang drastis.
”Mengingat perekonomian kita yang masih tergantung dari sektor pertanian, ketidakpastian terhadap iklim dan cuaca memberikan dampak terhadap roda perekonomian di negara kita,” terangnya.
ISKA mencermati pemerintah belum cukup memiliki strategi dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan hidup. Gerakan go green dan sirkular ekonomi seharusnya menjadi bagian dari proses pendidikan sejak usia dini yang perlu dinilai secara ketat oleh sistem pendidikan jika ingin Indonesia terhindar dari kerusakan alam yang akan melahirkan berbagai bencana. ”Pemerintah terus mendorong upaya mengedepankan energi bersih dan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.”
ISKA menyadari bahwa menyerahkan semua persoalan bangsa kepada pemerintah tentu tidaklah bijaksana. Untuk itu, pihaknya mengajak semua elemen bangsa yang memiliki cara pandang yang sama terhadap Indonesia sebagai suatu bangsa, untuk bersama-sama merawat hal-hal sederhana yang muaranya adalah menjadikan Indonesia bangsa majemuk yang besar, tahan dalam berbagai tantangan, ancaman, gangguan dan hambatan global ataupun lokal, serta menjadi benchmark suatu bangsa yang bermartabat.
”Dengan semangat menjunjung martabat kemanusiaan dan kesetaraan, ISKA mengharapkan kita semua bergotong-royong untuk mencapai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia,” katanya.
”IKN merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan negara dengan landasan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.
Pendidikan merupakan modal utama untuk membangun bangsa. Sistem pendidikan yang sedang menunggu pengesahan undang-undang baru tentu akan sangat memengaruhi harapan membangun aspek sosial dan budaya Indonesia yang lebih baik. ”ISKA sangat concern terhadap suatu sistem pendidikan yang inklusif berbasis memberikan pendidikan sejak usia dini sikap menghargai martabat manusia dan wawasan kebangsaan sejak dini,” katanya.
Mengajarkan pendidikan dengan sistem menghafal telah terbukti tidak cukup melahirkan manusia Indonesia yang berintegritas, cerdas secara logika dan mampu mengembangkan inovasi kreatif di berbagai bidang, serta dapat bersaing di era globalisasi. Pada sisi lain dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semua pihak yang berkepentingan perlu memberikan perhatian penuh tentang arti guna riset dan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa dan masyarakat.
”Tidak hanya mengutamakan pemenuhan biaya dan kuantitas riset yang dilakukan akan tetapi justru pada segi kemanfaatan hasil riset dan implementasinya guna mengatasi banyak masalah yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Di bidang hukum, pengesahan RKUHP menjadi UU pada 2022 walaupun menuai pro kontra, setidaknya melahirkan adanya hukum yang berkeadilan bagi martabat manusia. Jual beli kasus tetap menjadi salah satu tantangan dalam diterapannya UU KUHP. ISKA juga memandang hukum di Indonesia perlu memberikan jaminan kehidupan yang setara dalam kesempatan berpolitik, menjalankan ekonomi maupun beragama dan beribadat.
Kasus-kasus yang mengemuka akhir-akhir ini baik kalangan aparat dan pejabat menjadi sebuah kesempatan bagi penegak hukum di Indonesia untuk meyakinkan masyarakat bawah bahwa hukum berlaku adil dan sama untuk setiap pelanggarnya.
”Tidak seperti yang selama ini dikeluhkan dan dirasakan oleh masyarakat bahwa penerapan hukum akan selalu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Namun, sungguh tajam ke semua arah jika berhadapan dengan semua orang yang melanggar hukum dan tidak pandang bulu,” katanya.
Dalam hal lingkungan hidup, sebagai negara berkembang yang pada akhir-akir ini telah dimasukkan pada status negara maju, dengan luasan ujung timur ke barat lebih dari 5,000 km, Indonesia memiliki banyak ancamam kerusakan lingkungan dari mulai penebangan pohon, ancaman polusi, sampah plastik sampai dengan sampah makanan.
Selain itu, Indonesia merupakan negara kepulauan yang akan terkena dampak dengan kenaikan suhu bumi atau perubahan iklim. Dengan perubahan iklim, perekonomian dan kehidupan penduduk Indonesia akan dipengaruhi dengan perubahan iklim yang drastis.
”Mengingat perekonomian kita yang masih tergantung dari sektor pertanian, ketidakpastian terhadap iklim dan cuaca memberikan dampak terhadap roda perekonomian di negara kita,” terangnya.
ISKA mencermati pemerintah belum cukup memiliki strategi dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan hidup. Gerakan go green dan sirkular ekonomi seharusnya menjadi bagian dari proses pendidikan sejak usia dini yang perlu dinilai secara ketat oleh sistem pendidikan jika ingin Indonesia terhindar dari kerusakan alam yang akan melahirkan berbagai bencana. ”Pemerintah terus mendorong upaya mengedepankan energi bersih dan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.”
ISKA menyadari bahwa menyerahkan semua persoalan bangsa kepada pemerintah tentu tidaklah bijaksana. Untuk itu, pihaknya mengajak semua elemen bangsa yang memiliki cara pandang yang sama terhadap Indonesia sebagai suatu bangsa, untuk bersama-sama merawat hal-hal sederhana yang muaranya adalah menjadikan Indonesia bangsa majemuk yang besar, tahan dalam berbagai tantangan, ancaman, gangguan dan hambatan global ataupun lokal, serta menjadi benchmark suatu bangsa yang bermartabat.
”Dengan semangat menjunjung martabat kemanusiaan dan kesetaraan, ISKA mengharapkan kita semua bergotong-royong untuk mencapai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :