Profil Silmy Karim, Dirut Krakatau Steel yang Terpilih Jadi Dirjen Imigrasi
Selasa, 27 Desember 2022 - 10:07 WIB
loading...
Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim terpilih menjadi Dirjen (Direktur Jenderal) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim terpilih menjadi Dirjen (Direktur Jenderal) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Silmy akan dilantik sebagai Dirjen Imigrasi pada awal Januari 2023 mendatang.
Untuk terpilih menjadi Dirjen Imigrasi, Silmy telah melalui berbagai seleksi. Ia menyingkirkan dua kandidat calon lainnya di tahap akhir, yaitu Julexi Tambayong yang merupakan purnawirawan TNI AU sekaligus Kabalitbang Kementerian Pertahanan serta Lucky Agung Binarto yang menjadi Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Baca juga: Terpilih Jadi Dirjen Imigrasi, Silmy Karim Miliki Harta Rp208 Miliar
Silmy lahir di Tegal 19 November 1974. Awalnya, lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti ini tidak mempunyai latar belakang di bidang militer serta pertahanan.
Kemudian, ia pun menempuh pendidikan militer dan pertahanan di luar negeri. Mulai dari NATO School di Jerman, Universitas Harvard, hingga Naval Postgraduate School di Amerika Serikat.
Berkat ilmu yang didapatnya, Silmy menjadi pakar bidang manajemen pertahanan dan keamanan nasional saat pulang ke Indonesia. Pada 2007-2008, Silmy menjadi Anggota Tim Supervisi Transportasi Bisnis TNI.
Untuk terpilih menjadi Dirjen Imigrasi, Silmy telah melalui berbagai seleksi. Ia menyingkirkan dua kandidat calon lainnya di tahap akhir, yaitu Julexi Tambayong yang merupakan purnawirawan TNI AU sekaligus Kabalitbang Kementerian Pertahanan serta Lucky Agung Binarto yang menjadi Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Baca juga: Terpilih Jadi Dirjen Imigrasi, Silmy Karim Miliki Harta Rp208 Miliar
Silmy lahir di Tegal 19 November 1974. Awalnya, lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti ini tidak mempunyai latar belakang di bidang militer serta pertahanan.
Kemudian, ia pun menempuh pendidikan militer dan pertahanan di luar negeri. Mulai dari NATO School di Jerman, Universitas Harvard, hingga Naval Postgraduate School di Amerika Serikat.
Berkat ilmu yang didapatnya, Silmy menjadi pakar bidang manajemen pertahanan dan keamanan nasional saat pulang ke Indonesia. Pada 2007-2008, Silmy menjadi Anggota Tim Supervisi Transportasi Bisnis TNI.
Lihat Juga :