Psikolog Forensik: Respons Kontrol Alasan Putri Candrawathi Tetap Temui Brigadir J
Senin, 26 Desember 2022 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Dari seluruh responden yang disurvei, masyarakat memiliki pandangan yang menyalahkan korban (victim blaming), bahwa kekerasan seksual dapat terjadi akibat perilaku maupun pilihan hidup korban. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat masih cenderung menyalahkan seksualitas korban, khususnya jika perempuan/anak perempuan sebagai korban.
Bahkan, bukan tidak mungkin Putri Candrawathi bisa bertemu Brigadir J seusai mengalami pemerkosaan karena berusaha tegar dalam pertahanan jiwa pascamenjadi korban kekerasan seksual.
“Yang terjadi pada Ibu Putri Candrawathi berdasarkan teori, lebih sesuai dengan respons yang kontrol. Jadi seolah tidak ada emosi apa-apa, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, itu merupakan satu bentuk defense mekanisme untuk bisa tetap tegar, mekanisme pertahanan jiwa,” tutup Reni Kusumowardhani pada persidangan.
Berdasarkan survei Indonesia Judicial Research Society 2021 (IJRS), korban kekerasan seksual acap kali terjadi terhadap khalayak. Namun yang menjadi permasalahan adalah mereka yang menjadi korban kekerasan seksual mayoritas tidak melapor.
Hal itu berasarkan survei IJRS dikarenakan adanya hambatan psikologis seperti takut, malu, serta adanya rasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri atas apa yang dialaminya.
Bahkan, bukan tidak mungkin Putri Candrawathi bisa bertemu Brigadir J seusai mengalami pemerkosaan karena berusaha tegar dalam pertahanan jiwa pascamenjadi korban kekerasan seksual.
“Yang terjadi pada Ibu Putri Candrawathi berdasarkan teori, lebih sesuai dengan respons yang kontrol. Jadi seolah tidak ada emosi apa-apa, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, itu merupakan satu bentuk defense mekanisme untuk bisa tetap tegar, mekanisme pertahanan jiwa,” tutup Reni Kusumowardhani pada persidangan.
Berdasarkan survei Indonesia Judicial Research Society 2021 (IJRS), korban kekerasan seksual acap kali terjadi terhadap khalayak. Namun yang menjadi permasalahan adalah mereka yang menjadi korban kekerasan seksual mayoritas tidak melapor.
Hal itu berasarkan survei IJRS dikarenakan adanya hambatan psikologis seperti takut, malu, serta adanya rasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri atas apa yang dialaminya.
(cip)
Lihat Juga :