UMKM dan Pangan: Isu Kuat Ekonomi 2023

Senin, 26 Desember 2022 - 07:22 WIB
loading...
UMKM dan Pangan: Isu...
Candra Fajri Ananda. FOTO/Dok SINDO
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

Gerbang tahun 2023 telah di depan mata. Secercah harapan optimisme ekonomi masih tersimpan, meski tak mudah lantaran ancaman gejolak ekonomi terus menghadang. Memasuki kuartal akhir2022, perekonomian global masih terus menghadapi suasana ketidakpastian sebagai bagian dari efek lanjutandownside risksdari pandemi.

Selain itu, konflik geopolitik, krisis pangan, krisis energi dan keuangan adalah beberapa tekanan pada perekonomian dunia yang tentu akan berimbas (spillover) pada perekonomian nasional.

Tahun 2023 identik dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), mengacu pada kondisi ekonomi yang bergejolak, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global 2023 menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,9% pada Juli lalu.

Demikian pula, Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 3% pada 2022, dan akan turun menjadi 2,6% pada tahun depan. Ketidakpastian yang tinggi biasa juga disebut pusaran badai yang sempurna,the perfect storm, yang mendorong pada prognose munculnya ancaman resesi global di 2023.

Beberapa pandangan ekonom Indonesia melihat bahwa pada 2023 sektor ekonomi perlu lebih hati-hati meski ada pendapat bahwa ekonomi domestik kita relatif less connected dengan perekonomian global. Keterkaitan dan dampak perekonomian global terhadap perekonomian Indonesia pun tak bisa dipandang remeh, terutama dalam jalur ekspor-impor dan jalur aliran modal asing.

Komponen ekspor-impor dalam perekonomian Indonesia berkontribusi sekitar 20%, sedangkan resesi global dipastikan akan melemahkan ekspor yang merupakan salah satu mesin utama pertumbuhan dan "menjadi penyelamat" Indonesia ketika berada di masa pemulihan pasca pandemi ini.

Selanjutnya, melemahnya ekspor yang diikuti menciutnya aliran modal asing, baik investasi asing langsung (FDI) maupun investasi portofolio, pun akan melemahkan nilai tukar rupiah, terlebih aliran modal keluar berpotensi meningkat seiring kenaikan bunga acuan di negara-negara maju.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Berita Terkini
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved