Aliansi Kebangsaan: Kebinekaan Indonesia Bukan Rekayasa Manusia
Minggu, 18 Desember 2022 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
"Agama telah menjadi sumber dari rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dalam diri manusia Indonesia. Agama telah merupakan muara dari persamaan kehendak bersatu dalam satu kesatuan bangsa yang beragama, dalam diri semua warganegara Indonesia yang bhinneka. Bentuk Negara Kesatuan RI merupakan hasil konsensus nasional di antara para tokoh pendiri bangsa yang berasal dari semua suku bangsa dan agama di Nusantara," katanya.
Agama juga telah memancarkan nilai-nilai moral dan sosial, budaya bangsa, yang pada gilirannya menjadi pedoman perilaku manusia Indonesia. Agama telah mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi.
Ajaran ini, kata Pontjo, telah menjadi sumber berkembangnya ilmu pengetahuan umat manusia dalam membangun peradabannya di tengah-tengah lingkungan alam semesta yang menjadi sumber kehidupannya. "Agama telah menumbuhkan rasa cinta manusia kepada Tuhannya Sang Pencipta, rasa cinta kepada sesama manusia, dan rasa cinta manusia kepada alam semesta sekelilingnya di mana ia hidup," katanya.
Dari rasa cinta kemudian menumbuhkan rasa saling mengasihi dan hormat di antara sesama manusia. Selanjutnya tumbuh budaya musyawarah mufakat dan kebutuhan menjaga keadilan sosial dalam berbagi kesejahteraan di antara sesama warga negara.
Selain itu, agama juga telah menumbuhkan rasa estetika dalam diri umat manusia. Nilai estetika yang halus telah merangsang dan sekaligus menantang kemampuan logika manusia untuk mengkonstruksi bentuk fisik dari satu hasil karya yang indah di samping sifat fungsionalnya. "Jadi jelaslah bahwa agama telah menempati posisi sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Pontjo.
Agama juga telah memancarkan nilai-nilai moral dan sosial, budaya bangsa, yang pada gilirannya menjadi pedoman perilaku manusia Indonesia. Agama telah mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi.
Ajaran ini, kata Pontjo, telah menjadi sumber berkembangnya ilmu pengetahuan umat manusia dalam membangun peradabannya di tengah-tengah lingkungan alam semesta yang menjadi sumber kehidupannya. "Agama telah menumbuhkan rasa cinta manusia kepada Tuhannya Sang Pencipta, rasa cinta kepada sesama manusia, dan rasa cinta manusia kepada alam semesta sekelilingnya di mana ia hidup," katanya.
Dari rasa cinta kemudian menumbuhkan rasa saling mengasihi dan hormat di antara sesama manusia. Selanjutnya tumbuh budaya musyawarah mufakat dan kebutuhan menjaga keadilan sosial dalam berbagi kesejahteraan di antara sesama warga negara.
Selain itu, agama juga telah menumbuhkan rasa estetika dalam diri umat manusia. Nilai estetika yang halus telah merangsang dan sekaligus menantang kemampuan logika manusia untuk mengkonstruksi bentuk fisik dari satu hasil karya yang indah di samping sifat fungsionalnya. "Jadi jelaslah bahwa agama telah menempati posisi sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Pontjo.
Lihat Juga :