Amankan CCTV di Rumah Ferdy Sambo, Agus Nurpatria Lakukan Ini ke Irfan Widyanto

Jum'at, 16 Desember 2022 - 19:55 WIB
loading...
Amankan CCTV di Rumah...
Saksi Agus Nurpatria mengakui, saat di Kompleks Polri Duren Tiga, di rumah Ferdy Sambo, bertemu dan merangkul terdakwa dugaan kasus obstruction of justice kematian, Irfan Widyanto. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Saksi Agus Nurpatria mengakui, saat di Kompleks Polri Duren Tiga, dia bertemu dan merangkul terdakwa dugaan kasus obstruction of justice kematian Brigadir J, Irfan Widyanto. Dia juga menunjuk CCTV dan memerintahkan Irfan untuk mengecek dan mengamankan CCTV, di rumah Ferdy Sambo .

"Saksi tahu saat itu ada CCTV yang di atas Gapura dan di rumah Kasat Reskrim? Itu salah satu yang saksi minta untuk diamankan dan screening? Jalan ke sana bersama Irfan? Irfan ada saksi rangkul," tanya Jaksa di persidangan terdakwa Irfan Widyanto, Jumat (16/12/2022).

"Tahu pada saat saya mau nyamperin Irfan itu (CCTV di atas Gapura). Ya (tahu ada CCTV di rumah Kasat Reskrim) pada saat saya jalan ke sana pak. Betul (dia perintahkan untuk diamankan dan screening). Iyah benar (jalan bersama Irfan dan merangkul Irfan)," jawab Agus.

Baca juga: Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J, Agus Nurpatria Didakwa Menghalangi Penyidikan

Menurutnya, dia memang memerintahkan Irfan untuk mengecek dan mengamankan CCTV yang ada di gapura pintu masuk Kompleks Polri Duren Tiga, hanya saja dia tak tahu kalau DVR dari kamera CCTV tersebut berada di Pos Satpam. Begitu pula CCTV yang ada di rumah Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit, dia perintahkan untuk dicek dan diamankan.

"Cuman nunjuk, pertama kan di Gapura lalu saya lihat oh di rumah Kasat Reskrim ada CCTV mengarah sini, ya sudah sama ini CCTV di rumah Kasat Reskrim (untuk dicek dan diamankan)," tutur Agus.

Menurut Agus, kala itu dia sejatinya hanya meneruskan perintah saja yang diterimanya dari Hendra Kurniawan. Maka itu, kala memberikan perintah ke Irfan untuk mengecek dan mengamankan CCTV, dia hanya menunjuk saja pada kamera CCTV, baik yang terpasang di atas gapura pintu masuk Kompleks Polri Duren Tiga maupun kamera CCTV di rumah Kasat Reskrim Polres Jaksel.

"Waktu itu saksi sudah tahu kan ada CCTV di gapura, saksi saat itu tahu DVR nya di mana?" tanya Jaksa.

"Tidak tahu, sampai sekarang saya tak pernah datang atau menginjakan ke pos satpam," terang Agus.

Dia mengungkapkan, bersasarkan pengalamannya saat diperintah untuk mengecek dan mengamankan CCTV itu, dalam pemahamannya sebagaimana diktum tugasnya, kala mengamankan CCTV, dia tak pernah mengganti DVR CCTV.

Dia hanya menyalin atau mengambil datanya saja, manakala pihak pemilik CCTV itu tak setuju disalin, dia hanya memvideoakannya saja dari monitor.

"Biasanya kami hanya meng-copy ataupun kalau pihaknya tak setuju di-copy, saya hanya memfilmkan apa yang ada di monitor dengan handphone, karena kan buat kami itu petunjuk dalam proses penyelidikan," papar Agus.

Maka itu Agus mengaku, sejak awal bertemu Irfan di Komplek Polri dia hanya memerintahkan Irfan untuk mengecek dan mengamankan CCTV, bukan mengambil ataupun mengganti DVR CCTV. Dia juga tak tahu kalau Irfan sejatinya telah mengganti DVR CCTV dan mengambil DVR CCTV, baik di Pos Satpam maupun di rumah Kasat Reskrim.

"Kira-kira setelah selesai jam 5 atau 6-an (petang), Irfan lapor lagi ke saya lisan, izin komandan perintah sudah dilaksanakan, saat itu saya lihat Pak Kasat Reskrim masih di depan, makanya saya perintahkan ke Irfan, Fan kamu koordinasi sama Kasat Reskrim, itu Pak," beber Agus.

Setelah Irfan melapor telah melaksanakan perintah itu, tambah Agus, dia memerintahkan Irfan untuk berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan guna menyerahkan CCTV yang telah diamankannya itu. Sebabnya, para saksi dan bukti dalam kasus kematian Brigadir J telah diserahkan pihaknya ke Polres Jakarta Selatan.

"Tuk apa saksi suruh Irfan koordinasi dan jumpa sama Kasat Reskrim?" tanya Jaksa.

"Yah untuk langsung diserahkan ke Kasat Reskrim, kan sudah di Jakarta Selatan semua. Karena kan gini Pak, para saksi dan barang bukti siang harinya itu sudah saya serahkan ke Jakarta Selatan semua loh Pak, kan mereka penyidik Pak," kata Agus.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Putri Candrawathi Istri...
Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Terima Remisi Khusus Natal 1 Bulan
Putri Candrawathi Istri...
Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J Dapat Remisi 9 Bulan
KSAD Jenderal TNI Maruli...
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Pastikan Pecat Pelaku Penembakan 3 Polisi di Way Kanan
3 Polisi Tewas Lampung...
3 Polisi Tewas Lampung Ditembak, Komisi III DPR Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Arya Supena yang Gugur Ditembak Maling di Lampung
Polisi di Lampung Gugur...
Polisi di Lampung Gugur Ditembak Pelaku Curanmor, Sahroni: Penghinaan Atas Institusi Negara, Wajib Hukum Maksimal!
Detik-detik Kopda Basar...
Detik-detik Kopda Basar Tembak 3 Polisi yang Gerebek Sabung Ayam, Umbar 8 Kali Tembakan
Rekomendasi
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved