Lampu Kuning Investor Pasar Modal
Kamis, 15 Desember 2022 - 16:35 WIB
loading...
Masyarakat perlu melakukan konfirmasi atas semua informasi yang diberikan oleh influencer tentang keunggulan perusahaan teknologi sebelum memutuskan ikut berinvestasi. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menerus melemah. Kemarin, IHSG ditutup di level 6.801, melemah 8,56 poin atau minus 0,13% dari perdagangan sehari sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp14,88 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,11 miliar saham.
Ada , 233 saham menguat, 292 terkoreksi, dan 177 lainnya stagnan. Sektor teknologi turun hingga 2,09% atau paling dalam. Hal ini perlu dicermati oleh kalangan investor, khususnya investor pemula dari kalangan muda. Mengingat sektor teknologi kini menjadi salah satu “idola” para investor pemula lantaran naras-narasi era digital yang kian masif digaungkan di berbagai platform.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Namun faktanya, kinerja perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa efek Indonesia tak secemerlang yang dipropagandakan. Umumnya perusahaan-perusahaan yang disebut-sebut sebagai perusahaan teknologi itu masih menelan kerugian yang sangat besar.
Banyak investor yang kecewa dengan penurunan harga sahamnya. Meskipun sejatinya fluktuasi harga saham di pasar modal adalah wajar, dan ivestasi yang dilakukan untuk masa depan. Tetapi, sungguh tidak wajar jika masyarakat berinvestasi untuk sesuatu yang tidak memberikan jaminan apapun di masa depan. Dari sisi kinerja, ekosistem bisnis, maupun kompetisi dan size pasar.
Ada , 233 saham menguat, 292 terkoreksi, dan 177 lainnya stagnan. Sektor teknologi turun hingga 2,09% atau paling dalam. Hal ini perlu dicermati oleh kalangan investor, khususnya investor pemula dari kalangan muda. Mengingat sektor teknologi kini menjadi salah satu “idola” para investor pemula lantaran naras-narasi era digital yang kian masif digaungkan di berbagai platform.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Namun faktanya, kinerja perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa efek Indonesia tak secemerlang yang dipropagandakan. Umumnya perusahaan-perusahaan yang disebut-sebut sebagai perusahaan teknologi itu masih menelan kerugian yang sangat besar.
Banyak investor yang kecewa dengan penurunan harga sahamnya. Meskipun sejatinya fluktuasi harga saham di pasar modal adalah wajar, dan ivestasi yang dilakukan untuk masa depan. Tetapi, sungguh tidak wajar jika masyarakat berinvestasi untuk sesuatu yang tidak memberikan jaminan apapun di masa depan. Dari sisi kinerja, ekosistem bisnis, maupun kompetisi dan size pasar.
Lihat Juga :