Ketua BKSAP DPR Fadli Zon Tegaskan Menolak Aneksasi Wilayah Palestina

Jum'at, 10 Juli 2020 - 16:56 WIB
loading...
Ketua BKSAP DPR Fadli...
Ketua BKSAP DPR Fadli Zon mengatakan saat ini sudah ada 242 anggota parlemen di seluruh dunia menandatangani penolakan yang diinisiasi parlemen Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR) terus menggalang dukungan dari anggota parlemen negara lain untuk menolak rencana aneksasi wilayah Palestina oleh Israel.

Ketua BKSAP DPR Fadli Zon mengatakan saat ini sudah ada 242 anggota parlemen di seluruh dunia menandatangani penolakan yang diinisiasi parlemen Indonesia. Mereka yang menandatangani berasal dari berbagai parlemen dunia, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara di Timur Tengah.

Bahkan, politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan ada unsur pimpinan parlemen yang ikut tanda tangan, yakni Qatar dan Kuwait. “Ini bagian diplomasi parlemen untuk menolak aneksasi Israel secara global. Bahkan di Uni Eropa pun masif. Saya yakin ini berkontribusi untuk menekan upaya Israel,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Melawan Aneksasi Israel Atas Wilayah Palestina”, Jumat (10/7/2020). (Baca juga: Pencaplokan Wilayah Palestina Ditunda, Kemlu: Kita Tak Boleh Lengah)

Fadli menerangkan pihaknya mengampanyekan penolakan ini di berbagai forum internasional, seperti Inter-Parliamentari Union (IPU), Asean Inter Parliamentary Asembly (AIPA), dan Parliamentary Union of Islamic Countries (PUIC). Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan isu aneksasi wilayah Palestina bukan pertama kali terjadi. “Aneksasi sudah berlangsung puluhan tahun sejak 1948 hingga perang enam hari. Pihak Israel secara bertahap melakukan aneksasi sehingga luas teritorial Palestina menyempit,” tuturnya.

Sekarang, Israel kembali mewacanakan aneksasi sebagai bagian dari Deal of Century dengan Amerika Serikat. Fadli menyebut proposal Deal of Century ini merupakan sebuah kemunduran dalam usaha melakukan perdamaian di Tepi Barat. “Proposal dari Deal of Century harus, kita tolak secara keras. Israel tidak punya etikad baik untuk berdamai. Dalam DK PBB, veto sering kali menyelamatkan Israel dari sanksi global,” paparnya. (Baca juga: Israel Nekat Caplok Tepi Barat, Perdamaian di Palestina Terancam)

Fadli menjelaskan beberapa alasan menolak Deal of Century, antara lain, tidak melibatkan Palestina, aneksasi semua permukiman, situs keagamaan di Yerusalem dibawah kendali Israel, dan pengungsi Palestina tidak dapat kembali. Jika aneksasi dilakukan Israel, diprediksi akan meningkatkan kekerasan dan mendorong perang terbuka. ”Diperlukan terobosan untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel, terutama memaksa Israel tunduk pada aturan internasional. Perlu ada pengucilan politik dan ekonomi di tingkat global,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Rekomendasi
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved