alexametrics

Ketua BKSAP DPR Fadli Zon Tegaskan Menolak Aneksasi Wilayah Palestina

loading...
Ketua BKSAP DPR Fadli Zon Tegaskan Menolak Aneksasi Wilayah Palestina
Ketua BKSAP DPR Fadli Zon mengatakan saat ini sudah ada 242 anggota parlemen di seluruh dunia menandatangani penolakan yang diinisiasi parlemen Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR) terus menggalang dukungan dari anggota parlemen negara lain untuk menolak rencana aneksasi wilayah Palestina oleh Israel.

Ketua BKSAP DPR Fadli Zon mengatakan saat ini sudah ada 242 anggota parlemen di seluruh dunia menandatangani penolakan yang diinisiasi parlemen Indonesia. Mereka yang menandatangani berasal dari berbagai parlemen dunia, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara di Timur Tengah.

Bahkan, politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan ada unsur pimpinan parlemen yang ikut tanda tangan, yakni Qatar dan Kuwait. “Ini bagian diplomasi parlemen untuk menolak aneksasi Israel secara global. Bahkan di Uni Eropa pun masif. Saya yakin ini berkontribusi untuk menekan upaya Israel,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Melawan Aneksasi Israel Atas Wilayah Palestina”, Jumat (10/7/2020). (Baca juga: Pencaplokan Wilayah Palestina Ditunda, Kemlu: Kita Tak Boleh Lengah)

Fadli menerangkan pihaknya mengampanyekan penolakan ini di berbagai forum internasional, seperti Inter-Parliamentari Union (IPU), Asean Inter Parliamentary Asembly (AIPA), dan Parliamentary Union of Islamic Countries (PUIC). Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan isu aneksasi wilayah Palestina bukan pertama kali terjadi. “Aneksasi sudah berlangsung puluhan tahun sejak 1948 hingga perang enam hari. Pihak Israel secara bertahap melakukan aneksasi sehingga luas teritorial Palestina menyempit,” tuturnya.



Sekarang, Israel kembali mewacanakan aneksasi sebagai bagian dari Deal of Century dengan Amerika Serikat. Fadli menyebut proposal Deal of Century ini merupakan sebuah kemunduran dalam usaha melakukan perdamaian di Tepi Barat. “Proposal dari Deal of Century harus, kita tolak secara keras. Israel tidak punya etikad baik untuk berdamai. Dalam DK PBB, veto sering kali menyelamatkan Israel dari sanksi global,” paparnya. (Baca juga: Israel Nekat Caplok Tepi Barat, Perdamaian di Palestina Terancam)

Fadli menjelaskan beberapa alasan menolak Deal of Century, antara lain, tidak melibatkan Palestina, aneksasi semua permukiman, situs keagamaan di Yerusalem dibawah kendali Israel, dan pengungsi Palestina tidak dapat kembali. Jika aneksasi dilakukan Israel, diprediksi akan meningkatkan kekerasan dan mendorong perang terbuka. ”Diperlukan terobosan untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel, terutama memaksa Israel tunduk pada aturan internasional. Perlu ada pengucilan politik dan ekonomi di tingkat global,” katanya.
(cip)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak