Ekstradisi Maria Lumowa, Pemerintah Diminta Tangkap Buron Kakap Lain
Jum'at, 10 Juli 2020 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, keberhasilan mengekstradisi Maria merupakan bukti komitmen dan kehadiran negara dalam penegakan hukum. "Ini sekaligus memberi pesan bahwa negara tidak akan berhenti melakukan penindakan terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di negeri ini," kata politikus PDI Perjuangan ini.
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mengingatkan pemerintah masih punya banyak buronan kakap lain yang mesti dibekuk. Sebut saja dalam kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra, dan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, dan lain-lainnya. Dua kasus itu masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenkumham. (Baca juga: The Rolling Stones Perlihatkan Potongan Video Lagu Baru)
"Melihat keberhasilan ini, tentu kita berharap dan punya keyakinan, selama ada political will yang kuat dari pemerintah, seharusnya akan lebih banyak lagi DPO atau buronan yang lari ke luar negeri bisa dipulangkan," kata Didik.
Namun demikian, banyak pekerjaan rumah Kemenkumham, khususnya di Dirjen Imigrasi yang harus diperbaiki. "Potret buruk terkait dengan kasus Harun Masiku, dan Djoko Tjandra mestinya mesti evaluasi mendasar buat perbaikan kinerja dan sistem keimigrasian yang dibangun dengan uang negara," tambah Kepala Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia DPP Partai Demokrat ini.
Didik menuturkan, jangan sampai sistem dan basis IT yang dibangun bisa dikelabui penjahat. "Atau lebih jauh lagi, jangan sampai sistem yang ada dijadikan tempat berlindungnya atau menjadi sarana para perencana kejahatan dan penjahat," kata Didik. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diesktradisi ke Indonesia, Simak Kronologisnya)
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai pemulangan Maria menjadi peringatan (warning) bagi pelaku pidana lainnya yang kabur ke luar negeri bahwa negara akan mengejarnya kapan pun dan di mana pun. "Kejar dan tangkap para buron yang lari ke luar negeri seperti Syamsul Nursalim (buronan kasus skandal BLBI) dan istrinya dan lainnya yang juga belum ketahuan rimbanya. Publik masih menunggu sukses yang lainnya. Selamat Pak Yasonna. Kejar yang lainnya," pinta Wakil Ketua Umum DPP PKB ini. (Abdul Rochim/Rico Afrido Simanjuntak/Rakhmatulloh)
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mengingatkan pemerintah masih punya banyak buronan kakap lain yang mesti dibekuk. Sebut saja dalam kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra, dan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, dan lain-lainnya. Dua kasus itu masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenkumham. (Baca juga: The Rolling Stones Perlihatkan Potongan Video Lagu Baru)
"Melihat keberhasilan ini, tentu kita berharap dan punya keyakinan, selama ada political will yang kuat dari pemerintah, seharusnya akan lebih banyak lagi DPO atau buronan yang lari ke luar negeri bisa dipulangkan," kata Didik.
Namun demikian, banyak pekerjaan rumah Kemenkumham, khususnya di Dirjen Imigrasi yang harus diperbaiki. "Potret buruk terkait dengan kasus Harun Masiku, dan Djoko Tjandra mestinya mesti evaluasi mendasar buat perbaikan kinerja dan sistem keimigrasian yang dibangun dengan uang negara," tambah Kepala Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia DPP Partai Demokrat ini.
Didik menuturkan, jangan sampai sistem dan basis IT yang dibangun bisa dikelabui penjahat. "Atau lebih jauh lagi, jangan sampai sistem yang ada dijadikan tempat berlindungnya atau menjadi sarana para perencana kejahatan dan penjahat," kata Didik. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diesktradisi ke Indonesia, Simak Kronologisnya)
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai pemulangan Maria menjadi peringatan (warning) bagi pelaku pidana lainnya yang kabur ke luar negeri bahwa negara akan mengejarnya kapan pun dan di mana pun. "Kejar dan tangkap para buron yang lari ke luar negeri seperti Syamsul Nursalim (buronan kasus skandal BLBI) dan istrinya dan lainnya yang juga belum ketahuan rimbanya. Publik masih menunggu sukses yang lainnya. Selamat Pak Yasonna. Kejar yang lainnya," pinta Wakil Ketua Umum DPP PKB ini. (Abdul Rochim/Rico Afrido Simanjuntak/Rakhmatulloh)
(ysw)
Lihat Juga :