Demonstrasi Kertas Kosong dan Ketakutan Pemerintah Komunis China

Jum'at, 02 Desember 2022 - 16:09 WIB
loading...
A A A
Rakyat di daratan China menggunakan cara yang sangat kreatif untuk mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap rezim Komunis. Mereka juga kreatif dalam menggunakan Bahasa sindiran di media untuk menghindari penyensoran pejabat penjilat, salah satu contohnya adalah menggunakan kalimat "Saya telah melihat kejadian tersebut" untuk menggantikan kalimat "Protes Spanduk Jembatan Sitong" yang terjadi di Beijing sebelum "Kongres Nasional ke-20". Kemudian mengapa "kertas kosong atau kertas putih" digunakan pada gelombang protes kali ini? Sebenarnya ini semua berawal dari dari gerakan "antiekstradisi" di Hong Kong dan demonstrasi antiperang di Moskow. Semua peserta mengangkat kertas kosong untuk mewakili kemarahan mereka yang tak tersalurkan. Kertas kosong artinya diam dan tidak ada tulisan, yang merujuk pada penindasan kebebasan berbicara.

Lihat Juga: Demo Pembatasan Covid, Warga China Minta Xi Jinping Mundur

Sebenarnya kebakaran di Urumqi itu bukan satu-satunya alasan yang membuat mahasiswa berdemonstrasi. Kebijakan Nol Covid dan pencegahan penyebaran virus yang terlalu ekstrem dari pemerintah telah menyebabkan penderitaan yang tiada taranya pada rakyat China. Contoh lain adalah akibat dari pembatasan pergerakan manusia, seorang anak laki-laki di Lanzhou meninggal karena keracunan karbon monoksida dan karena keterlambatan mencari perawatan medis. Kemudian, pemindahan paksa pasien yang diisolasi di Guizhou menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 27 orang. Lebih tragis lagi, banyaknya keguguran pada wanita hamil akibat keterlambatan menuju ke rumah sakit dan penolakan dari rumah sakit karena menunggu hasil PCR. Menurut masyarakat China, ini adalah kebijakan konyol yang akan membuat rakyat mati secara perlahan, karena selain kejadian di atas, kebijakan menutup kota telah memutus mata pencarian dan ekonomi rakyat.

Mengamati "demonstrasi kertas kosong", secara bertahap kita melihat muncul kecenderungan partisipasi universal dari rakyat China, keberanian dari rakyat yang tertindas, keberanian untuk mencari keadilan, dan keberanian untuk menyampaikan tuntutan yang jelas kepada pemerintah. Pendapat yang ingin diungkapkan publik terutama adalah tentang perlunya "pembersihan total dan berkelanjutan" virus Covid-19 yang menyimpang dan melanggar hak asasi rakyat. Kemudian pemerintah diminta untuk segera menghentikan blokade yang tidak perlu. Pemerintah harus mendengarkan lagi tuntutan rakyat seperti perjuangan untuk demokrasi dan penegakan hukum, kebebasan berbicara, dan bukan kediktatoran dari penguasa, pemerintah hadir bukan untuk memusatkan kekuasaan, dan juga bukan untuk melanggengkan kekuasaan, tetapi untuk kesejahteraan rakyat.

Singkatnya, dalam merespons "demonstrasi kertas kosong", bagaimana Partai Komunis China mencari solusi? Atau tetap memilih untuk berperan sebagai penguasa yang diktator, menciptakan kebohongan yang mengatakan bahwa demonstrasi telah ditunggangi pihak asing, dan terus pamer keberhasilan yang tidak 100 persen dari pembangunan yang ada di China?

Bagaimanapun, meskipun kita tahu bahwa Partai Komunis tidak akan pernah mengakui kesalahannya, tetapi kita harus serius memohon kepada Beijing untuk menerima kenyataan bahwa pencegahan dan pembasmian virus Covid-19 itu sangat penting. Namun, tidak dengan cara melanggar hak hidup manusia dan tidak menggunakan kekerasan terhadap orang yang ingin mengungkapkan pendapatnya dan terutama kepada mereka yang menderita akibat dari blokade tak tahu sampai kapan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Rekomendasi
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Berita Terkini
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved