Cerita AKBP Arif Rachman Arifin Diminta Hapus Dokumentasi Hasil Autopsi Brigadir J
Senin, 28 November 2022 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Setelah autopsi selesai, Arif melapor kepada Agus Nurpatria (waktu itu menjabat Kepala Detasemen A Biro Paminal Divisi Propam). Agus lalu meminta Arif mencarikan peti jenazah.
"Disampaikan bahwasannya nanti tolong dikawal sama Kombes Susanto sampai bandara karena mau diberangkatkan ke Jambi. Kemudian selesai, autopsi masuk ke peti," tutur Arif.
Usai jenazah Brigadir J dimasukan ke dalam peti mati, Arif sempat mengambil foto peti tersebut dan laporan sementara dokter forensik terkait autopsi pada penyidik. Dia lantas mengirimkannya kepada Agus Nurpatria sebagai laporan.
Baca juga: AKBP Arif Rachman Arifin Ungkap Perintah Sambo Usai Pembunuhan Brigadir J
"Saya kirim laporan sementara dari dokter forensik. Saya sempat foto saya kirim ke Kombes Agus," jelas Arif.
Dalam laporan sementara dokter forensik, tertera ada 7 luka pada jenazah. Dia juga memberikan laporan pada Kombes Susanto tapi akhirnya diminta menghapusnya foto atas dokumentasi tersebut.
"Disampaikan bahwasannya nanti tolong dikawal sama Kombes Susanto sampai bandara karena mau diberangkatkan ke Jambi. Kemudian selesai, autopsi masuk ke peti," tutur Arif.
Usai jenazah Brigadir J dimasukan ke dalam peti mati, Arif sempat mengambil foto peti tersebut dan laporan sementara dokter forensik terkait autopsi pada penyidik. Dia lantas mengirimkannya kepada Agus Nurpatria sebagai laporan.
Baca juga: AKBP Arif Rachman Arifin Ungkap Perintah Sambo Usai Pembunuhan Brigadir J
"Saya kirim laporan sementara dari dokter forensik. Saya sempat foto saya kirim ke Kombes Agus," jelas Arif.
Dalam laporan sementara dokter forensik, tertera ada 7 luka pada jenazah. Dia juga memberikan laporan pada Kombes Susanto tapi akhirnya diminta menghapusnya foto atas dokumentasi tersebut.
Lihat Juga :