Soal Cita-Cita Bintang Empat yang Belum Tercapai, Prabowo: Bintang Tiga Juga Sebuah Kehormatan

Senin, 28 November 2022 - 09:49 WIB
loading...
Soal Cita-Cita Bintang Empat yang Belum Tercapai, Prabowo: Bintang Tiga Juga Sebuah Kehormatan
Menhan Prabowo Subianto dalam Musyawarah Kerja Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (Mukernas PPDI) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (27/11/2022). Foto/MNC Media
A A A
PALEMBANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pernah bercita-cita menjadi Panglima TNI saat masih aktif di militer. Sayangnya, kariernya berhenti dengan pangkat terakhir jenderal bintang tiga (letnan jenderal/letjen).

"Saya itu cita-citanya pengin jadi Panglima TNI, enggak kesampean. Idaman Aku bintang empat, tapi cuma bintang tiga," ujarnya dalam Musyawarah Kerja Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (Mukernas PPDI) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (27/11/2022). Baca juga: Hadiri Munas KAHMI, Prabowo Disambut Riuh Para Pekerja Bandara Palu: Presidenku, Rek!

Meskipun demikian, Prabowo tetap bersyukur lantaran menjadi segelintir dari prajurit yang mampu meraih pangkat tinggi. Apalagi, banyak anak buahnya yang gugur dengan pangkat lebih rendah darinya.

"Masa marah sama Tuhan (karena cita-cita tidak terwujud)? Bintang tiga juga kehormatan. Anak buah saya ada yang gugur (dengan) pangkat masih rendah," ungkapnya.

Bagi Prabowo, pangkat adalah kehormatan yang tidak abadi. Ia bisa dipasang dan dilepas. Ini tidak ubahnya dengan harta (bondo) dan nyawa yang merupakan pemberian Tuhan dan suatu saat bisa ditarik kala Yang Maha Kuasa berkehendak.

"Kehormatan dipasang, bisa dilepas. Bondo itu pinjeman, sekali-kali suatu saat akan diminta kembali. Nyowo itu titipan. Kita dipanggil, belum tentu dipanggil duluan. Yang muda-muda jangan ketawa-ketawa," selorohnya.

Oleh karena itu, Prabowo selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya. Salah satu bentuknya dengan memberikan apa yang dimilikinya kepada sesama. Baca juga: Prabowo: Kalau Kita Mampu Jangan Serakah, Ingat Orang Lain

"Apa yang diberi, kita beryukur. Kita mengabdi kalau kita mampu mengabdi. Saya selalu ajarkan kalau kau bisa bantu banyak orang, bantu. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantu satu orang. Kalau enggak bisa, jangan menyusahkan orang lain," tutupnya.
(kri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2648 seconds (11.252#12.26)