Pemilu 2024 Eranya Anak Muda
Minggu, 27 November 2022 - 15:24 WIB
loading...
2Indo Survei menggelar diskusi publik bertema Anak Muda dan Pemilu 2024 di Vendita Coffe, Tebet, Jakarta Selatan. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pemilih milenial memiliki potensi sebagai basis politik para politisi dan partai politik jika dimanfaatkan secara maksimal pada Pemilu 2024 . Besarnya jumlah pemilih yang berasal dari kelompok ini, maka secara tidak langsung suara generasi milenial dan gen z akan diperebutkan.
Salah satu strategi yang digunakan, yaitu pemanfaatan media digital untuk melakukan kampanye. "Proses pengenalan dan kampanye semakin baik, terutama dengan berkembangnya dunia digital yang bisa dimanfaatkan oleh politisi dan partai politik," kata Direktur Eksekutif 2Indo Survei Arfino Bijuangsa Koto dalam keterangannya, Minggu (21/11/2022).
Lembaga konsultan politik 2Indo Survei mengadakan launching dan diskusi publik bertema "Anak Muda dan Pemilu 2024 di Vendita Coffe, Tebet, Jakarta Selatan. Diskusi ini menghadirkan pakar komunikasi Indonesia Yuliandre Darwis, pakar politik milenial Arifki Chaniago, aktivis reformasi Budiman Soejatmiko, dan dimoderatori dosen komunikasi politik Universitas Esa Unggul oleh Syurya M Nur.
Yuliandre Darwis menjelaskan, media digital pada tahun politik akan menjadi pusat pertempuran dan persaingan bagi seluruh peserta pemilu untuk menentukan peraihan maksimal dalam menentukan suara. Bisa dikatakan siapa yang mampu membuat edukasi dan inovasi di media digital, maka bisa dipastikan tujuan itu akan didapat dengan mudah dan pasti.
Salah satu strategi yang digunakan, yaitu pemanfaatan media digital untuk melakukan kampanye. "Proses pengenalan dan kampanye semakin baik, terutama dengan berkembangnya dunia digital yang bisa dimanfaatkan oleh politisi dan partai politik," kata Direktur Eksekutif 2Indo Survei Arfino Bijuangsa Koto dalam keterangannya, Minggu (21/11/2022).
Lembaga konsultan politik 2Indo Survei mengadakan launching dan diskusi publik bertema "Anak Muda dan Pemilu 2024 di Vendita Coffe, Tebet, Jakarta Selatan. Diskusi ini menghadirkan pakar komunikasi Indonesia Yuliandre Darwis, pakar politik milenial Arifki Chaniago, aktivis reformasi Budiman Soejatmiko, dan dimoderatori dosen komunikasi politik Universitas Esa Unggul oleh Syurya M Nur.
Yuliandre Darwis menjelaskan, media digital pada tahun politik akan menjadi pusat pertempuran dan persaingan bagi seluruh peserta pemilu untuk menentukan peraihan maksimal dalam menentukan suara. Bisa dikatakan siapa yang mampu membuat edukasi dan inovasi di media digital, maka bisa dipastikan tujuan itu akan didapat dengan mudah dan pasti.
Lihat Juga :