Indonesia Punya Resep Mujarab Lawan Covid-19

Kamis, 09 Juli 2020 - 07:22 WIB
loading...
A A A
“Bahan aktif yang diperoleh, kemudian diuji karakteristik dan kemampuan antivirusnya dengan pengujian in vitro pada telur berembrio. Hasil pengujian terhadap beberapa bahan aktif menunjukkan bahwa eucalyptus mampu membunuh 80–100% virus influenza dan corona,” katanya.

Hasil dari pengujian in vitro itulah yang akhirnya dikembangkan menjadi minyak eucalyptus dan dikemas dalam beberapa varian produk seperti roll on, inhaler, balsam, difuser, dan kalung aromaterapi. Temuan ini lantas diujicobakan kepada 16 pasien positif Covid-19 tanpa dilanjutkan uji klinis. “Kami hanya me-record testimoni mereka, tetapi tidak melakukan pengujian terhadap kondisi kesehatannya,” katanya.

Dia pun menegaskan bahwa kalung aromaterapi ini bukan vaksin, melainkan inhaler tropical. "Sebenarnya isi kalung itu sama dengan formula yang untuk inhaler. Namun kalau inhaler ukurannya kecil, kadang kita lupa menyimpan atau terselip di mana saat kita akan menggunakannya. Ini (kalung antivirus corona) hanya sampel, perlu dipertegas dan dijelaskan masyarakat juga bahwa ini bukan obat, tapi untuk mengurangi paparan dari gejala (Covid-19) dan juga bukan vaksin," terang Fadjry.

Resep penolak Covid-19 juga muncul di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Kampus yang dikenal sebagai penghasil dokter-dokter terbaik di Indonesia ini mengembangkan sejumlah penelitian terkait bahan-bahan yang efektif dalam melawan corona.

Untuk meningkatkan imunitas, misalnya, para peneliti Unair menyarankan warga agar banyak mengonsumsi empon-empon. Anjuran ini kemudian direspons positif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dapur umum pun dibuat di area Balai Kota Surabaya. Setiap hari beberapa petugas memproduksi salah satu empon-empon untuk dijadikan minuman pokak.

Minuman itu pun dibagikan gratis kepada para warga sampai saat ini dengan disertai telur rebus. Bahkan, warga yang melakukan isolasi mandiri di tiap rumah juga selalu dikirim setiap hari. “Minuman pokak ini berbahan dasar jahe, sereh, kapulaga, kayumanis. Rasanya enak manis, sedikit pedas dari jahenya. Ini kita masak selama tiga jam,” kata Risma. (Baca juga: Terkonfirmasi, Turki Tes S-400 Rusia dengan Jet Tempur Buatan AS)

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt yang fokus terhadap kajian obat-obatan tradisional menuturkan, satu hal penting untuk menguatkan imunitas atau kekebalan tubuh adalah dengan mengonsumsi rempah-rempah tradisional atau yang bisa disebut empon-empon. Keberadaan empon-empon sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat di Indonesia. “Kunyit misalnya. Rempah yang satu ini memiliki antioksidan yang sangat baik untuk menguatkan kekebalan tubuh,” kata Mangestuti.

Ia melanjutkan, ada juga jahe yang memiliki khasiat tinggi. Jika tidak ada waktu membuat minuman dari kunyit maka bisa membuat minuman dari jahe. Ada juga minuman herbal pokak yang memiliki kegunaan untuk menguatkan kekebalan tubuh. “Sudah sedari dulu empon-empon menjadi bagian dari Indonesia. Masalahnya, belum banyak masyarakat kita yang menaruh perhatian. Meski di era sekarang semua khasiat sudah teruji, diperlukan perhatian kita untuk kembali mengoptimalkan rempah-rempah yang ada di sekitar kita,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Raih Penghargaan, Pusat...
Raih Penghargaan, Pusat PVTPP Kementan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Stephanie Meyerson MCI...
Stephanie Meyerson MCI 13 Ramaikan PRJ 2026, Sapa Pengunjung hingga Perkenalkan Menu Kreasi Baru
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Berita Terkini
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Pelimpahan Perkara Febrie...
Pelimpahan Perkara Febrie Adriansyah Dinilai Jadi Ujian Integritas Kejaksaan
Gus Miftah Disebut Terima...
Gus Miftah Disebut Terima Rp100 Juta dalam Sidang DJKA, KPK Pertimbangkan Lakukan Penyitaan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved