KRI Slamet Riyadi 352: Kapal Perang Bekas Belanda, Puluhan Tahun Berjasa Lindungi NKRI
Minggu, 20 November 2022 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir dari laman tni.mil.id, keempat Kapal Motor (KM) yang ditangkap itu adalah KM Cheryl Perkasa IV jenis kapal Tramper (Penampung Ikan), KM Cheryl Perkasa 01 (penangkap ikan), KM Cheryl Perkasa 07, dan KM Tanpa Nama.
Selain itu, KRI Slamet Riyadi 352 pernah menjaga jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, KTT ASEAN+3, dan KTT Asia Timur pada 17-19 November 2011. Saat itu, KRI Slamet Riyadi 352 bersama KRI Sura, KRI Karel Satsuit Tubun, KRI Banda Aceh, dan KRI Kerapu disiagakan di Perairan Bali.
Tak hanya itu, KRI Slamet Riyadi-352 juga pernah mengamankan kapal jenis Tug Boat (TB) Batara III dan Tongkang (TK) Budi Utomo-5 dalam sebuah operasi keamanan laut yang dilaksanakan sekitar Maret 2012. Kapal yang ditangkap sedang memuat kayu Meranti 1.468,66 M3.
Kapal muat kayu Meranti yang berbendera Indonesia itu memiliki Anak Buah Kapal (ABK) sembilan orang Warga Negara Indonesia (WNI). Kemudian, KRI Slamet Riyadi juga pernah menangkap dua kapal asing pencuri ikan di perairan utara Pulau Fani, wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat, pada 27 Januari 2015.
Dua kapal asing yang ditangkap itu adalah Kapal Motor Tri Rezeki-09 dan Kapal Motor Jebo-05. Semua awak dan kapal Motor Jebo-05 ditangkap lantaran beroperasi tanpa dokumen sah.
Alat bukti yang diamankan dalam kapal motor yang diawaki 21 orang warga negara Filipina itu adalah hasil tangkapan ikan tuna. Adapun Kapal Motor Tri Rezeki-09 diawaki 17 orang warga Filipina.
Pada Selasa, 12 Februari 2020, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Bali Lantamal V saat itu Kolonel Laut (P) M Bimo Sutopo menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Penenggelaman KRI Slamet Riyadi-352 untuk menjadi destinasi wisata selam di Kabupaten Karangasem, Bali. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Karangasem Jalan Ngurah Rai Nomor 31, Karangasem.
Selain itu, KRI Slamet Riyadi 352 pernah menjaga jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, KTT ASEAN+3, dan KTT Asia Timur pada 17-19 November 2011. Saat itu, KRI Slamet Riyadi 352 bersama KRI Sura, KRI Karel Satsuit Tubun, KRI Banda Aceh, dan KRI Kerapu disiagakan di Perairan Bali.
Tak hanya itu, KRI Slamet Riyadi-352 juga pernah mengamankan kapal jenis Tug Boat (TB) Batara III dan Tongkang (TK) Budi Utomo-5 dalam sebuah operasi keamanan laut yang dilaksanakan sekitar Maret 2012. Kapal yang ditangkap sedang memuat kayu Meranti 1.468,66 M3.
Kapal muat kayu Meranti yang berbendera Indonesia itu memiliki Anak Buah Kapal (ABK) sembilan orang Warga Negara Indonesia (WNI). Kemudian, KRI Slamet Riyadi juga pernah menangkap dua kapal asing pencuri ikan di perairan utara Pulau Fani, wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat, pada 27 Januari 2015.
Dua kapal asing yang ditangkap itu adalah Kapal Motor Tri Rezeki-09 dan Kapal Motor Jebo-05. Semua awak dan kapal Motor Jebo-05 ditangkap lantaran beroperasi tanpa dokumen sah.
Alat bukti yang diamankan dalam kapal motor yang diawaki 21 orang warga negara Filipina itu adalah hasil tangkapan ikan tuna. Adapun Kapal Motor Tri Rezeki-09 diawaki 17 orang warga Filipina.
Pada Selasa, 12 Februari 2020, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Bali Lantamal V saat itu Kolonel Laut (P) M Bimo Sutopo menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Penenggelaman KRI Slamet Riyadi-352 untuk menjadi destinasi wisata selam di Kabupaten Karangasem, Bali. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Karangasem Jalan Ngurah Rai Nomor 31, Karangasem.
(rca)
Lihat Juga :