KRI Slamet Riyadi 352: Kapal Perang Bekas Belanda, Puluhan Tahun Berjasa Lindungi NKRI
Minggu, 20 November 2022 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
KRI Slamet Riyadi 352 merupakan salah satu dari lima KRI pengawal samudera yang pensiun pada Agustus 2019. Dikutip dari laman Komando Armada (Koarmada) II, lima kapal perang di jajaran Koarmada II yang telah memasuki tahap akhir dari masa tugasnya adalah KRI Slamet Riyadi-352, KRI Ki Hajar Dewantara-364, KRI Teluk Penyu-513, KRI Nusa Utara-584, dan KRI Sambu-902.
Upacara penghapusan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) itu dilakukan di Dermaga Madura Markas Komando Armada II, Jumat 16 Agustus 2019. Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) saat itu Laksda TNI Mintoro Yulianto bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Penurunan Ular-ular Perang KRI Koarmada II.
Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) saat itu Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang dibacakan oleh Laksda TNI Mintoro Yulianto, disebutkan bahwa sejumlah prestasi maupun pencapaian hasil penugasan yang sangat membanggakan telah ditorehkan dengan tinta emas oleh KRI Slamet Riyadi 352, KRI Ki Hajar Dewantara 364, KRI Teluk Penyu 513, KRI Nusa Utara 584, dan KRI Sambu 902.
Kelima KRI itu termasuk KRI Slamet Riyadi sejak awal penugasan telah melaksanakan berbagai penugasan baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OSMP).
"Dengan demikian, sungguh sangat pantas bagi kita selaku generasi penerus TNI AL untuk melepas masa dharma bhakti ke lima kapal perang yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia, TNI dan TNI Angkatan Laut ini dalam sebuah upacara militer yang khidmat dan penuh dengan kebanggaan," kata Siwi Sukma Adji dalam amanatnya.
"Memang tidak mudah melepas kepergian ke lima patriot ini, namun kita harus meyakini bahwa semangat pengabdian dari bahtera-bahtera pengawal samudera ini tetap akan menjadi penyulut semangat pengabdian kita semua sebagai prajurit Jalasena,“ ujar Siwi Sukma Adji dalam amanatnya.
KRI Slamet Riyadi (SRI)-352 pernah menangkap empat buah Kapal Ikan Indonesia (KII) yang diduga melakukan pelanggaran menangkap ikan tanpa dokumen yang lengkap, pada Senin, 7 Maret 2011, pukul 17.00 WITA pada posisi 03 17 48 LU - 122 37 10 BT. Saat itu, KRI SRI 352 tergabung dalam Operasi Keamanan Laut Wilayah Timur (Ops Wiltim) yang digelar oleh Koarmatim.
Upacara penghapusan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) itu dilakukan di Dermaga Madura Markas Komando Armada II, Jumat 16 Agustus 2019. Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) saat itu Laksda TNI Mintoro Yulianto bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Penurunan Ular-ular Perang KRI Koarmada II.
Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) saat itu Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang dibacakan oleh Laksda TNI Mintoro Yulianto, disebutkan bahwa sejumlah prestasi maupun pencapaian hasil penugasan yang sangat membanggakan telah ditorehkan dengan tinta emas oleh KRI Slamet Riyadi 352, KRI Ki Hajar Dewantara 364, KRI Teluk Penyu 513, KRI Nusa Utara 584, dan KRI Sambu 902.
Kelima KRI itu termasuk KRI Slamet Riyadi sejak awal penugasan telah melaksanakan berbagai penugasan baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OSMP).
"Dengan demikian, sungguh sangat pantas bagi kita selaku generasi penerus TNI AL untuk melepas masa dharma bhakti ke lima kapal perang yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia, TNI dan TNI Angkatan Laut ini dalam sebuah upacara militer yang khidmat dan penuh dengan kebanggaan," kata Siwi Sukma Adji dalam amanatnya.
"Memang tidak mudah melepas kepergian ke lima patriot ini, namun kita harus meyakini bahwa semangat pengabdian dari bahtera-bahtera pengawal samudera ini tetap akan menjadi penyulut semangat pengabdian kita semua sebagai prajurit Jalasena,“ ujar Siwi Sukma Adji dalam amanatnya.
KRI Slamet Riyadi (SRI)-352 pernah menangkap empat buah Kapal Ikan Indonesia (KII) yang diduga melakukan pelanggaran menangkap ikan tanpa dokumen yang lengkap, pada Senin, 7 Maret 2011, pukul 17.00 WITA pada posisi 03 17 48 LU - 122 37 10 BT. Saat itu, KRI SRI 352 tergabung dalam Operasi Keamanan Laut Wilayah Timur (Ops Wiltim) yang digelar oleh Koarmatim.
Lihat Juga :