Waketum Garuda: Jangan Rusak Modal yang Sudah Dibangun di KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 - 23:53 WIB
loading...
Waketum Garuda: Jangan Rusak Modal yang Sudah Dibangun di KTT G20
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengatakan bahwa keamanan dan kenyamanan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah modal. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengatakan bahwa keamanan dan kenyamanan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT ) G20 adalah modal. Maka itu, kata dia, modal tersebut harus dijaga.

“Jangan dirusak agar supaya investasi dan pariwisata pasca KTT G20 berdatangan. Dengan sengaja merusak keamanan, artinya sengaja merusak ekonomi rakyat,” katanya dalam keterangannya, Sabtu (19/11/2022).

Karena, kata dia, jika modal kepercayaan dan kenyamanan rusak, maka masyarakat dunia dapat dipastikan mengurungkan niat mereka untuk melakukan investasi maupun berwisata di Indonesia. Dia menuturkan, KTT G20 di Bali terselenggara dengan baik, dari penyelenggaraan hingga keamanan berlangsung mulus.

Baca juga: KTT G20 Sukses, Kepala BNPT Apresiasi Jajaran Pengamanan



“Tentu hal ini menjadi hal yang positif bagi Indonesia, dunia melihat Indonesia adalah negara yang aman dan nyaman, sehingga terbuka untuk investasi maupun pariwisata,” katanya yang juga sebagai juru bicara Partai Garuda ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, ekonomi dan keamanan memang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. “Para Kepala Negara yang hadir, tokoh-tokoh besar dunia, bisa begitu nyaman berada di Indonesia, bahkan Perdana Menteri Inggris dan Kanada nongkrong santai sambil minum kopi di kafe Bali,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, beberapa kesepakatan kerja sama telah disepakati selama G20 dilakukan, Rp125 triliun komitmen investasi telah ditandatangani dan ada Rp150 triliun komitmen investasi yang masih dibicarakan, tapi sudah ada kesepahaman. “Ini tentu tidak mungkin terjadi jika sebelum KTT G20 diadakan bahkan saat KTT diadakan, kondisi keamanan Indonesia buruk,” pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3783 seconds (10.101#12.26)